Benny Mamoto Resmi Terpilih Sebagai Dewan Pengawas KPK
ASKARA – Benny Jozua Mamoto, mantan Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), terpilih sebagai salah satu anggota Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2024-2029. Proses pemilihan dilakukan melalui voting di Komisi III DPR RI pada Kamis (21/11), usai menjalani uji kelayakan dan kepatutan sejak awal pekan.
Benny berhasil meraih 46 suara, sama dengan Chisca Mirawati yang juga terpilih. Tiga nama lainnya adalah Wisnu Baroto (43 suara), Sumpeno (40 suara), dan Gusrizal (40 suara). Kelima anggota Dewas KPK terpilih ini akan diajukan dalam Rapat Paripurna DPR sebelum dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. Selanjutnya, mereka akan menentukan siapa yang menjadi Ketua Dewas KPK.
Dalam uji kelayakan dan kepatutan, Benny Mamoto menyampaikan pemikirannya mengenai penguatan KPK, terutama dalam konteks operasi tangkap tangan (OTT). Menurut Benny, meski penting, pelaksanaan OTT KPK perlu memiliki dasar hukum yang jelas agar tidak mudah dipersoalkan oleh berbagai pihak. Ia juga membandingkan praktik OTT KPK dengan teknik penyidikan "control delivery" dalam penanganan kasus narkotika yang sudah diatur dalam UU Nomor 35 Tahun 2009.
Di balik kiprahnya di bidang hukum, Benny dikenal sebagai pecinta burung hantu. Hobinya ini melahirkan Museum Manguni, museum burung hantu pertama di Indonesia yang diresmikan pada 7 Juli 2017 dan telah mendapatkan pengakuan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Museum ini berlokasi di kompleks Pusat Kebudayaan Sulawesi Utara "Pa'dior" di Minahasa, Sulawesi Utara.
Museum Manguni menyimpan lebih dari 1.400 koleksi burung hantu yang terbuat dari berbagai material seperti kayu, logam, kaca, dan kain, yang didapat Benny dari berbagai negara seperti Jepang, Malaysia, Italia, hingga Korea Selatan. Koleksi ini merupakan bentuk dedikasi Benny terhadap pelestarian budaya lokal, karena burung hantu (manguni) dianggap sebagai simbol kearifan lokal masyarakat Minahasa.
"Di Sulawesi Utara, manguni adalah lambang banyak hal, mulai dari daerah, gereja, hingga organisasi. Tetapi, belum ada museum yang mendokumentasikannya seperti di negara-negara lain. Itulah alasan saya mendirikan Museum Manguni," kata Benny.
Museum Manguni adalah bagian dari empat museum yang ada di kompleks "Pa’dior," bersama Museum Wale Anti Narkoba (WAN), Museum Budaya Pinawetengan, dan Museum Rekor Benny J Mamoto. Di sini, pengunjung juga dapat melihat koleksi tujuh Guinness World Records dan 34 penghargaan MURI yang diraih Benny, termasuk untuk museum-museum yang ia dirikan.
Museum Wale Anti Narkoba, misalnya, menjadi museum tipe A pertama di Indonesia yang berfokus pada edukasi tentang bahaya narkoba. Museum ini didirikan pada 2014 dan telah berkontribusi besar dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat.
Dengan segudang pencapaian, baik sebagai profesional di bidang hukum maupun pelestari budaya, Benny Mamoto membawa optimisme baru dalam mengemban tugas sebagai Dewan Pengawas KPK. "Pengalaman dan visi saya, baik di bidang hukum maupun sosial, akan saya dedikasikan sepenuhnya untuk mendukung pemberantasan korupsi," kata Benny.

Komentar