Prof Rokhmin Dahuri Apresiasi Konsep Visi "Cirebon Remaja" Paslon Dani-Fitria
ASKARA - Ketua PDI Perjuangan, Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri MSi menghadiri debat calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon yang diadakan di Ballroom Hotel Aston, Kabupaten Cirebon, Minggu, 10 November 2024,
Dalam acara pertemuan dengan kalangan Tionghoa di Himmas Kafe, Kota Cirebon, Prof Rokhmin Dahuri memberikan komentarnya mengenai pasangan calon nomor urut 1, Dani Mardani dan Fitria Pamungkaswati.
"Pasangan Dani-Fitria adalah satu-satunya pasangan calon yang memahami substansi debat dengan baik," ujar Prof Rokhmin Dahuri.
Menurutnya, pasangan ini unggul dalam hal kemampuan, public speaking, dan substansi visi misi yang disampaikan. Rokhmin juga mengapresiasi konsep visi "Cirebon Remaja" (Religius, Maju, dan Sejahtera) yang diusung oleh Dani-Fitria.
Prof Rokhmin Dahuri menilai bahwa pemaparan visi misi Dani-Fitria sangat luar biasa, terutama dalam hal religiusitas, daya saing, dan pertumbuhan ekonomi.
"Pasangan ini juga berkomitmen untuk memastikan tidak ada pengangguran di Kota Cirebon dalam lima tahun ke depan⁽¹⁾. Rokhmin menegaskan bahwa sebagai warga Cirebon," tegasnya.
Prof Rokhmin Dahuri berharap kota ini dipimpin oleh orang yang memiliki kapasitas seperti Dani-Fitria. Selain itu, ia juga menyatakan siap all out mendukung pasangan Dani-Fitria dalam Pilwalkot Cirebon 2024.
Maka, Prof Rokhmin Dahuri mengajak seluruh pendukungnya untuk memberikan dukungan penuh kepada pasangan ini.
“Secara khusus semua pendukung Rokhmin Dahuri di Pileg 2024, tentu menjatuhkan pilihan ke Dani-Fitria. Saya all out dukung Dani-Fitria. Kawan-kawan saya dari kalangan pengusaha juga sudah siap mendukung Dani-Fitria. Ada sahabat saya asli Cirebon yang jadi pengusaha di Bandung, Sukanto Aliwinoto dan Tante Sundari, pasti mendukung Dani-Fitria. Ada banyak lagi pengusaha Tionghoa yang saya rangkul,” tandas anggota Komisi IV DPR RI itu.
Guyub Membangun Daerah
Dalam paparan visi misi di hadapan kalangan Tionghoa, Dani-Fitria memastikan memberi kesempatan dan ruang yang sama kepada sesama pemeluk agama.
“Kami siap melakukan penguatan kerukunan antar umat beragama. Saudara-saudara kita yang beragama Kristen, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu, harus mendapatkan ketenangan dan kedamaian juga. Kota Cirebon itu plural, kita guyub membangun daerah,” kata Dani-Fitria.
Religius, sambung Dani, tidak semata-mata untuk umat Islam. Religius juga ditujukan kepada pemeluk agama lain. Dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, masyarakat berpedoman pada aturan agama yang dianutnya.

Komentar