Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:44
NEWS

Putra Altar dan Petugas Gereja Dapat Penghargaan dari Polisi Singapura

Berani Ringkus Penikam Pastor

Putra Altar dan Petugas Gereja Dapat Penghargaan dari Polisi Singapura
Putra Altar dan petugas gereja yang berani meringkus penikam pastor diganjar penghargaan Polisi Singapura (Dok Facebook)

ASKARA – Insiden penikaman di Gereja Katolik St. Joseph, Bukit Timah, yang mengguncang keamanan negara ini, berakhir dengan tindakan heroik dari dua anggota komunitas gereja. Damien Liew, seorang putra altar, dan Richard Tan, petugas tata tertib gereja yang juga pensiunan polisi, berhasil meringkus Basnayake Keith Spencer, pria yang menyerang Pastor Christopher Lee, 57 tahun, saat pembagian komuni pada Sabtu (9/11).

Damien, yang mengenakan kaus bertuliskan "Serviam," sedang bertugas mendampingi Pastor Christopher ketika serangan terjadi. Tugasnya sebagai putra altar adalah memastikan bahwa komuni di tangan umat tidak jatuh ke lantai, dengan memegang piring kecil di bawah tangan penerima komuni. Sementara itu, Richard Tan segera merespons situasi dan membantu Damien untuk melumpuhkan penyerang hingga pihak keamanan tiba.

Atas aksi mereka, Damien dan Richard menerima penghargaan dari kepolisian Singapura. Damien, yang menjadi bagian dari tradisi unik pelayan altar di Singapura – di mana hanya anak laki-laki yang dapat bertugas, mulai dari usia SD hingga dewasa sebelum memasuki wajib militer – dipuji atas keberaniannya. Minat untuk menjadi putra altar di Singapura pun sangat tinggi, sehingga dalam satu misa sering kali terdapat banyak pelayan altar yang bertugas.

Sebuah video yang beredar daring pasca serangan menunjukkan pria yang diduga Basnayake, 37, dalam kondisi berdarah dan ditangkap di gereja. Meski Singapura dikenal sebagai salah satu negara teraman di dunia, peristiwa ini mengguncang masyarakat dan memunculkan pertanyaan tentang keamanan di tempat-tempat ibadah.

 

 

Komentar