Senin, 15 Juni 2026 | 18:57
NEWS

Kepala Bakamla RI Adakan Pertemuan dengan UNODC untuk Perkuat Penanggulangan Kejahatan Maritim

Kepala Bakamla RI Adakan Pertemuan dengan UNODC untuk Perkuat Penanggulangan Kejahatan Maritim
Kepala Bakamla RI adakan pertemuan dengan UNODC untuk memperkuat penanggulangan kejahatan maritim (Dok Bakamla)

ASKARA - Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr.(Opsla), menggelar pertemuan penting dengan United Nations Office on Drugs and Crimes (UNODC) yang diwakili oleh Mr. Shanaka Jayasekara, Regional Program Coordinator untuk Maritime Crime Programme Asia Tenggara dan Pasifik. Pertemuan ini diadakan di kantor Bakamla RI di Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (5/11), bertujuan memperkuat upaya bersama dalam penanggulangan kejahatan maritim internasional. 

Dalam pertemuan tersebut, Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah menyampaikan berbagai pencapaian kerja sama antara Bakamla RI dan UNODC. Salah satu keberhasilan dari kemitraan ini adalah pelaksanaan proyek peningkatan kapasitas Coast Guard di kawasan ASEAN. Proyek tersebut mencakup pelatihan dasar hingga lanjutan tentang Maritime Domain Awareness (MDA) dan pengadaan peralatan untuk memperkuat sistem informasi maritim di tingkat regional.

Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah menyatakan apresiasinya kepada UNODC atas dukungannya dalam penyediaan peralatan yang sangat mendukung peningkatan kemampuan MDA. Fasilitas baru ini juga telah memperkuat pusat pelatihan Bakamla RI yang berada di Batam.

Pertemuan ini ditutup dengan penandatanganan arrangement hibah untuk pelatihan Vessel Boarding Search and Seizure (VBSS) yang telah dimulai sejak 2022. Hibah tersebut meliputi pemberian empat unit peralatan TruNarc, yang rencananya akan diserahkan pada Desember 2024. Bakamla RI juga akan menerima pelatihan khusus penggunaan TruNarc bagi para personelnya guna memperkuat kemampuan operasional di lapangan.

Kerja sama erat antara Bakamla RI dan UNODC ini diharapkan mampu memperkokoh penanggulangan kejahatan maritim, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dan membangun jaringan internasional yang solid dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan di wilayah perairan.

 

Komentar