Politik Itu Ada Etikanya, Bukan Dinamis dan Oportunis Untuk Mendapatkan Kekuasaan Semata
ASKARA — Azas Tigor Nainggolan, Analis Kebijakan Transpoetasi, menyoroti peralihan kekuasaan dari Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin kepada pasangan terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Dia menekankan pentingnya etika dalam politik. Menurutnya, pernyataan bahwa "politik itu dinamis" sering dijadikan alasan oleh politisi untuk menutupi sifat oportunis mereka dalam mencapai kekuasaan.
Tigor mengkritik fenomena yang kerap terjadi di dunia politik Indonesia, di mana politisi sering berpindah-pindah partai atau kubu demi mendapatkan kekuasaan. "Sikap ini bukan dinamisme, melainkan oportunisme untuk meraih kekuasaan bagi diri sendiri," ujar Tigor. Ia menilai bahwa perilaku semacam ini justru menghambat kemajuan bangsa, karena politik lebih dimanfaatkan sebagai alat untuk kepentingan pribadi ketimbang untuk kepentingan umum.
Tigor menyoroti betapa sedikitnya politisi Indonesia yang benar-benar bersih dan memiliki etika dalam menjalankan kekuasaan. Ia mengutip Romo Magnis Suseno, seorang filsuf terkemuka, yang menyatakan bahwa berpolitik harus dilandasi dengan etika. Dalam pandangan Tigor, politisi seharusnya berkuasa bukan hanya demi kekuasaan, tetapi untuk memenuhi mandat demi kesejahteraan rakyat.
"Kita perlu mengawasi para pemimpin kita, siapa pun yang memegang kekuasaan," tegas Tigor. Ia mengingatkan bahwa peran rakyat bukan hanya mendukung, tetapi juga mengkritisi agar pemerintah tetap berjalan di jalur yang benar sesuai dengan janji politik mereka.
Tigor juga menyindir para politisi yang awalnya mendukung penuh Joko Widodo, namun kemudian berbalik menjadi pengkritik keras setelah merasa tidak lagi sejalan atau tersingkir dari lingkaran kekuasaan. "Mereka yang dulu memuji tanpa batas, sekarang menghujat tanpa batas, hanya karena sudah tidak mendapat tempat lagi di pemerintahan," ungkapnya. Sikap seperti ini, menurut Tigor, menunjukkan kurangnya konsistensi dalam mendukung pemerintah dengan kritis.
Ia menegaskan pentingnya bagi politisi untuk tetap konsisten mendukung pemerintah dengan kritis, bukan hanya mencari kesempatan untuk meraih kekuasaan semata. "Mendapatkan kekuasaan bukanlah tujuan akhir, melainkan jalan untuk membangun kesejahteraan rakyat," lanjutnya.
Di akhir catatannya, Tigor mengucapkan terima kasih kepada Joko Widodo dan Maruf Amin atas dedikasi mereka selama menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI. Ia juga menyampaikan harapannya kepada Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka agar menjalankan amanah dengan baik dan memenuhi janji-janji mereka kepada rakyat.
"Selamat bekerja kepada Presiden dan Wakil Presiden baru. Kami, rakyat Indonesia, akan mengawasi secara kritis dan mendukung agar kehidupan kami menjadi lebih baik," pungkasnya.

Komentar