Kementan Gelontorkan Rp380 Miliar, Pemulihan Sawah Aceh Terus Dikebut
ASKARA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat pemulihan sektor pertanian di Aceh pascabencana banjir dan longsor melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi dengan total pagu anggaran mencapai Rp380,03 miliar. Hingga 8 Mei 2026, realisasi keuangan telah mencapai Rp46,89 miliar atau sekitar 12,3 persen.
Program tersebut mencakup optimasi lahan (Oplah), rehabilitasi sawah, pembangunan irigasi, hingga pembangunan jalan usaha tani (JUT) yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota terdampak.
Pada kegiatan Optimasi Lahan (Oplah) untuk sawah rusak ringan, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp155,66 miliar. Tahap awal berupa survei, investigasi, dan desain (SID) di 16 kabupaten/kota seluas 27.071 hektare telah mencapai 17.694 hektare atau sekitar 65 persen. Namun, realisasi keuangan program ini masih nihil karena pekerjaan konstruksi baru akan dimulai setelah penyelesaian SID.
Sementara itu, rehabilitasi sawah rusak sedang memperoleh alokasi Rp65,24 miliar dengan realisasi keuangan Rp27,95 miliar. Program ini mencakup rehabilitasi lahan seluas 4.393 hektare di lima kabupaten, yakni Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang. Hingga kini, konstruksi telah rampung di lahan seluas 845,9 hektare.
Di sektor irigasi, Kementan mengalokasikan anggaran Rp147,48 miliar dengan realisasi Rp18,07 miliar. Program tersebut meliputi pembangunan 641 unit irigasi perpompaan, 149 unit irigasi perpipaan, 45 unit bangunan konservasi, serta 300 unit jaringan irigasi tersier di berbagai wilayah Aceh.
Untuk pembangunan irigasi perpompaan, baru sekitar 70 unit yang memasuki tahap konstruksi, terutama di Kabupaten Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Timur. Sedangkan pembangunan jaringan irigasi tersier telah memulai pekerjaan sekitar 70 unit di Aceh Besar, Bireuen, dan Aceh Utara.
Selain itu, Kementan juga mengalokasikan Rp11,66 miliar untuk pembangunan 106 unit Jalan Usaha Tani (JUT) di 13 kabupaten/kota. Hingga saat ini, progres fisik baru mencapai sekitar 8 persen, dengan delapan unit sedang dikerjakan di Kabupaten Aceh Timur.
Program rehabilitasi pertanian ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan produksi pangan di Aceh setelah bencana hidrometeorologi yang merusak ribuan hektare sawah dan infrastruktur pertanian. Pemerintah berharap seluruh tahapan konstruksi dapat berjalan sesuai jadwal sehingga lahan pertanian kembali produktif dan mampu mendukung ketahanan pangan nasional.

Komentar