Kamis, 04 Juni 2026 | 09:53
NEWS

Pasangan Abdul Razak-Sri Suwanto Unggul di Voting Online

Pasangan Abdul Razak-Sri Suwanto Unggul di Voting Online
Pasangan Abdul Razak-Sri Suwanto (Dok Kaltengpedia)

ASKARA – Debat perdana antar pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kalteng di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, Senin (14/10/2024), membawa pengaruh signifikan terhadap preferensi calon pemilih. Debat dengan tema “Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kalimantan Tengah melalui Ekonomi Berkeadilan dan Berkelanjutan” berhasil memantik respons publik yang terekam dalam hasil voting daring.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Kaltengpedia pada 14 Oktober 2024, usai debat perdana tersebut, terlihat kecenderungan awal persepsi masyarakat terhadap para calon. Voting yang diikuti oleh 2.000 responden ini menempatkan pasangan calon nomor urut 4, Abdul Razak dan Sri Suwanto, di posisi teratas dengan perolehan 640 suara atau 32 persen.

Pasangan Agustiar Sabran dan Edy Pratowo menyusul di posisi kedua dengan 600 suara atau 30 persen. Di peringkat ketiga, pasangan Nadalsyah Koyem dan Supian Hadi memperoleh 500 suara atau 25 persen, sementara pasangan Willy Yoseph dan Habib Ismail berada di posisi terakhir dengan 260 suara atau 13 persen.

Menurut Agustinus Eko Rahardjo, pengajar Fakultas Komunikasi Atma Jaya Jakarta, hasil ini mencerminkan reaksi publik yang cepat terhadap debat tersebut. “Publik tidak suka dengan calon yang menjelekkan personal kandidat lain. Apalagi ketika calon menyerang usia atau moral, terutama jika mereka sendiri punya masalah serupa,” jelas Agustinus yang akrab disapa Jojo.

Jojo menambahkan bahwa salah satu faktor rendahnya perolehan suara pasangan Willy Yoseph dan Habib Ismail adalah pernyataan Habib yang menyinggung soal usia salah satu kandidat dalam segmen debat, yang dinilai tidak simpatik oleh publik.

Di sisi lain, Jojo juga mengungkapkan bahwa kepiawaian Abdul Razak serta kemampuan Sri Suwanto dalam menyampaikan argumen yang kuat menarik simpati publik. "Pengalaman Abdul Razak dan kemampuan Sri Suwanto dalam mengatasi serangan politik membuat mereka lebih menonjol," katanya.

Hasil voting daring ini, menurut Jojo, menjadi indikasi awal preferensi masyarakat Kalteng terhadap pemimpin yang diharapkan. Meskipun demikian, Jojo mengingatkan bahwa preferensi politik masih bersifat dinamis. "Ini semacam 'alarm' bagi semua kandidat dan tim sukses untuk segera merevisi strategi kampanye mereka," tambahnya.

Jojo menutup dengan analogi, menyebut bahwa pasangan Willy-Habib salah dalam "meracik" strategi mereka, sedangkan pasangan Agustiar Sabran dan Edy Pratowo mungkin perlu "menambah susu di kopi cappucino mereka" untuk menarik lebih banyak dukungan.

Komentar