Selasa, 16 Juni 2026 | 02:02
NEWS

Komitmen dan Usaha PT Nusa Halmahera Minerals Dalam Mewujudkan Green Mining dan Pelestarian Lingkungan

Komitmen dan Usaha PT Nusa Halmahera Minerals Dalam Mewujudkan Green Mining dan Pelestarian Lingkungan
Mewujudkan green mining dan pelestarian lingkungan (Dok NHM)

ASKARA – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara operasi tambang dan pelestarian lingkungan. Di bawah kepemimpinan Haji Robert Nitiyudo Wachjo, NHM terus melaksanakan berbagai kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat sekitar dan lingkungan sekitarnya.

Dengan menyadari dampak aktivitas pertambangan emas terhadap lingkungan, PT NHM berkomitmen menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Ini menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memastikan kelangsungan operasional yang selaras dengan pelestarian lingkungan. Tambang emas Gosowong di Maluku Utara menerapkan konsep "Green Mining" guna memastikan bahwa aktivitas pertambangan tetap mengutamakan aspek kelestarian lingkungan.

"Kami secara rutin melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap dampak yang mungkin timbul akibat aktivitas tambang kami. Semua data tersebut dicatat, diukur, diperbarui, dan dievaluasi dengan sangat detail," ungkap Widi Wijaya, Manajer Departemen Lingkungan PT NHM.

Upaya Strategis Reklamasi dan Rehabilitasi

Sejak tahun 2015, NHM memulai program reklamasi lahan untuk mengembalikan area bekas tambang ke kondisi semula. Selain itu, NHM menanam vegetasi yang sesuai guna memulihkan kembali ekosistem alami. NHM juga memprioritaskan pengelolaan serta pemantauan kualitas air dan udara untuk mencegah pencemaran yang dapat membahayakan masyarakat sekitar atau mengganggu keseimbangan ekosistem lokal.

Selain reklamasi, NHM melakukan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) demi menjaga kualitas air dan memulihkan fungsi ekosistem sungai. Rehabilitasi ini dimulai pada tahun 2015 di Bukit Tinggi, Kecamatan Malifut, dan tujuh blok lain di Kecamatan Kao Teluk, mencakup total 1.931,65 hektare.

Pabrik Dry Stack Tailing (DST)

Sebagai bagian dari upaya green mining, NHM memperkuat pengelolaan limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dengan standar tinggi. Pada Februari 2023, NHM meresmikan pabrik Dry Stack Tailing (DST), fasilitas pengolahan limbah ramah lingkungan pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi tanpa merkuri. Pabrik ini dibangun dengan nilai investasi Rp250 miliar dan diharapkan dapat mendukung pemanfaatan limbah untuk bahan genteng, batu bata, serta perbaikan infrastruktur lokal.

Penghargaan dan Sertifikasi

NHM berhasil meraih Peringkat Biru dalam PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk periode Juli 2021 – Juni 2022. Di tahun 2024, NHM berupaya meningkatkan peringkat ke Hijau dengan membentuk Komite PROPER yang melibatkan sinergi lintas departemen. Selain itu, NHM berusaha meraih sertifikasi ISO 14001 dan ISO 45001 untuk manajemen lingkungan serta kesehatan dan keselamatan kerja.

 

 

Komentar