Penuh Kesan Bersama Paus Fransiskus di GBK
ASKARA - Kunjungan Paus Fransiskus ke Jakarta menjadi kenangan indah bagi umat Katolik di Indonesia. Misa suci yang diselenggarakan di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (5/9) tidak hanya berjalan dengan lancar, namun meninggalkan kesan mendalam terutama bagi mereka yang hadir secara langsung.
Walau pun harus menunggu selama berjam-jam, dimana gerbang sudah dibuka sejak jam 12 siang, namun umat tetap bertahan. Walaupun sempat diwarnai hujan sebentar, namun cuaca kembali cerah, dan panas terik harus dirasakan oleh mereka yang memadati stadion kebanggaan Indonesia itu.
Selama lima jam sebelum misa suci dimulai pada pukul 17.00 WIB, seluruh umat diajak ikut berinteraksi mengikuti berbagai acara, mulai dari nyanyi bersama, berdoa, termasuk berdoa rosario.

Dalam homilinya, Paus Fransiskus memberikan semangat kepada umat agar tidak mudah menyerah. Menurutnya, setiap orang harus percaya bahwa mereka selalu memiliki kesempatan untuk bangkit setelah gagal.Indonesia tidak boleh lelah untuk menebarkan jala demi merawat keragaman dan kerukunan untuk berjalan bersama demi kebaikan masyarakatnya.
“Jangan lelah bermimpi dan membangun peradaban perdamaian Pertama, mendengar sabda, karena semua hal berasal dari mendengarkan, dari membuka diri kita kepada-Nya, dari menyambut anugerah berharga dari persahabatan dengan-Nya. Lalu, penting untuk menghidupi sabda yang telah kita terima, bukan sekadar menjadi pendengar yang sia-sia dan menipu diri kita sendiri, untuk tidak mengambil risiko sekadar mendengar dengan telinga tanpa membuat sabda itu masuk ke dalam hati dan mengubah cara pikir kita, cara merasa, dan bertindak. Sabda yang dianugerahkan, dan yang kita dengar, butuh untuk menjadi kehidupan untuk mengubah kehidupan, untuk berinkarnasi di dalam hidup kita,” kata Paus Fransiskus.

Misa ini dihadiri 87 ribu umat yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia. Ada sekitar 1000 bus yang memadati area GBK. Mulai dari anak-anak hingga lansia. Walaupun seputaran GBK sangat padat, namun seluruh umat yang hadir sangat teratur. Setiap kelompok, yang mewakili Keuskupannya masing-masing mengenakan seragam yang berbeda-beda, sehingga suasana di dalam GBK terlihat sangat berwarna. Sebelum kehadiran Paus, ibarat penonton sepak bola, suasana di dalam GBK sangat ramai dengan sorak-sorai para umat yang hadir. Namun, saat misa dilaksanakan suasana sangat khusyuk.
Istimewanya, para umat katolik yang hadir sangat tertib mengikuti arahan dari panitia pelaksana. Mereka tidak diperbolehkan keluar stadion sebelum Paus Fransiskus meninggalkan GBK. Agar tak jenuh, panitia menyajikan hiburan. Bukan hanya kehadiran penyanyi jebolan Indonesian Idol, Lyodra Ginting, para suster dan pastor pun menyajikan berbagai hiburan, menyanyi dan menari. Umat pun bersama-sama ikut menyanyi dan menari.
Tidak selesai sampai di situ, setelah mendapat arahan dari petugas mereka satu per satu keluar dari stadion. Mereka berjalan berkelompok menuju bus masing-masing. Walaupun lelah dan berjalan cukup jauh, mereka tetap menunjukan sukacita. Banyak yang sambil bernyanyi sembari berjalan mencari kendaraan yang akan membawa mereka masing-masing. Mereka juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada para petugas, termasuk petugas keamanan yang berdiri di sepanjang GBK.
Kehadiran Paus Fransiskus menyisakan banyak berkat sukacita. Paus Fransiskus mengajarkan banyak hal kepada umatnya. Sederhana, bersahaja, toleransi, dan mau selalu peduli, serta mencintai sesama. Semoga semangat ini terus ada di hati para umat dan juga seluruh masyarakat Indonesia.

Komentar