Sebagian Besar AS Berpotensi Alami Rekor Suhu Tertinggi Sejak 1936
ASKARA - Musim panas dengan suhu panas yang tidak biasa diprediksi akan terjadi di sebagian besar Amerika Serikat tahun ini. Suhu yang lebih tinggi dari rata-rata diperkirakan akan terjadi dari Juni hingga Agustus. Peta ramalan musim panas yang dirilis oleh Administrasi Oseanik dan Atmosfer Nasional (NOAA) pada 18 April menunjukkan sebagian besar Amerika Serikat berada dalam warna merah atau oranye.
Menurut NOAA, wilayah Timur Laut dan sebagian besar wilayah Barat kemungkinan besar akan merasakan dampak gelombang panas ini, yang menurut beberapa ilmuwan bisa menjadi salah satu musim panas terpanas yang pernah tercatat.
Suhu rekor sebelumnya tercatat pada tahun 1936 dan yang paling baru pada tahun 2021. Menurut Todd Crawford, seorang ahli cuaca dari The Weather Company, rekor-rekor ini bisa terulang bahkan melampaui tahun ini.
The Weather Company mendukung ramalan NOAA dengan mengumumkan bahwa musim panas 2024 berpotensi berlangsung lebih lama dengan kondisi suhu yang lebih tinggi dari rata-rata.
Namun, tidak semua ilmuwan sependapat mengenai ramalan tentang musim panas 2024 ini. Menurut AccuWeather, suhu tidak terlihat seperti yang diprediksi oleh lembaga layanan cuaca lainnya.
AccuWeather, yang merilis ramalan tentang musim panas ini pada 1 Mei, memprediksi musim panas yang lebih sejuk dari rata-rata akan terjadi di sebagian besar Amerika Serikat, sementara itu titik-titik panas akan tersebar di Timur Laut dan Barat Daya Amerika Serikat seperti yang diberitakan oleh USA Today.
Meteorolog NOAA Anthony Artusa menjelaskan faktor-faktor tambahan yang dapat berperan dalam meningkatkan suhu musim panas merujuk pada melemahnya El Niño, ditambah dengan berkembangnya La Niña sebagai faktor utama untuk musim panas yang lebih panas dari rata-rata.
Termasuk dalam hal ini adalah tren jangka panjang suhu di atas normal, yang menurut Artusa terutama berlaku untuk bagian timur laut Amerika Serikat.
El Niño dan La Niña adalah fenomena cuaca alami, yang ditandai dengan pemanasan suhu permukaan laut yang terjadi setiap beberapa tahun, biasanya terkonsentrasi di Pasifik ekuatorial tengah-timur.
El Niño mewakili aspek yang lebih panas dari rata-rata, sedangkan La Niña mewakili siklus yang lebih sejuk, menurut Met Office.
"Episode-episode ini bergantian dalam siklus inter-annual yang tidak teratur yang disebut siklus ENSO. 'ENSO' singkatan dari 'El Niño Southern Oscillation', di mana 'Southern Oscillation' adalah istilah untuk perubahan tekanan atmosfer antara Pasifik tropis timur dan barat yang menyertai episode El Niño dan La Niña di samudera," jelas Artusa.
Kedua fenomena ini juga dapat berperan dalam perkembangan badai tropis di Atlantik Utara.
Sementara itu, mereka yang lebih memilih suhu yang lebih dingin dari rata-rata untuk musim panas mungkin akan kecewa, kecuali bagi mereka yang tinggal di dataran bagian ujung utara, yang berpotensi mengalami suhu yang lebih rendah.
Meskipun musim panas yang basah masih bisa terjadi di sebagian besar Pesisir Timur, namun Dataran Tinggi, dan Pegunungan Rockies sangat mungkin akan mengalami musim panas yang lebih kering dari rata-rata.
"Hal ini, bila dikombinasikan dengan panas, dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan kekeringan di bagian barat," jelas Artusa.

Komentar