Selasa, 16 Juli 2024 | 12:46
COMMUNITY

Relawan Siaga Flobamora Siap Menangkan Pasangan SPK-Andre Garu untuk Pimpin NTT

Relawan Siaga Flobamora Siap Menangkan Pasangan SPK-Andre Garu untuk Pimpin NTT
Relawan Siaga Flobamora ketika menyatakan kesiapan mereka (Dok Flobamora)

ASKARA — Relawan Siaga Flobamora menyatakan kesiapan mereka untuk memenangkan pasangan Simon Petrus Kamlasi dan Andreas Garu (Siaga) dalam Pilkada Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2024-2029 yang akan berlangsung pada 27 November 2024.

"Dua figur inilah yang pantas memimpin NTT ke depan, terutama dengan dukungan dari Partai Gerindra dan NasDem," ujar Wilfridus Yons Ebiet dalam Deklarasi Flobamora Siaga di Jakarta, Kamis (13/6).

Ebiet, kader muda Gerindra dan Ketua Gerakan Patriot Muda Nusa Tenggara Timur (Garda NTT), menyatakan bahwa tim relawan akan merangkul kaum muda, mahasiswa, dan warga diaspora se-Jabodetabek untuk mendukung pasangan Simon Petrus Kamlasi (SPK) dan Andreas Garu.

"Kami tidak hanya mendukung dari Jakarta, tetapi juga akan turun ke pelosok NTT untuk memenangkan kedua figur ini," tegas Ebiet.

Dalam persaingan Pilkada Provinsi NTT, terdapat sejumlah nama lainnya seperti Melkiades Laka Lena (MLL), Yohanes Fransiskus (Ansy) Lema, Johanis Asadoma alias Johny Asadoma, Orias Petrus Moedak, Frans Go, dan Frans Aba. Namun, sebagian besar dari calon-calon tersebut belum mendapatkan dukungan partai atau belum menemukan pasangan wakil yang pasti.

MLL adalah Ketua DPD Golkar Provinsi NTT, sementara Ansy adalah kader PDIP. Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi dari partai atau pasangan yang akan mendampingi kedua figur tersebut.

Orias telah menggandeng Sebastian Salang sebagai wakilnya, namun mereka belum mendapatkan partai yang akan mengusungnya.

"Melihat situasi ini, kami harus lebih giat dan mulai bekerja mendukung pasangan yang sudah jelas mendapat dukungan dari partai," ujar Ebiet.

Simon Petrus Kamlasi, lahir di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), saat ini menjabat sebagai Kasrem 161/Wira Sakti Kupang. Baru-baru ini, ia mendapat kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen). Dengan kenaikan pangkat sejak 27 Mei 2024, SPK ditarik ke Markas Besar TNI AD di Jakarta dan menjabat sebagai Staf Ahli Tingkat II Kepala Staf TNI-AD Bidang Lingkungan Hidup.

Di kalangan TNI, SPK dikenal luas sebagai pencetus pompa hidrolik yang membantu masyarakat dalam menyediakan air bersih. Saat ini, sedikitnya 300 titik air di NTT telah dibantu oleh SPK melalui pompa hidrolik tersebut. Terkait pencalonannya sebagai Gubernur NTT, SPK memastikan akan segera mundur dari TNI meski masih memiliki sembilan tahun masa aktif.

Sementara itu, Andreas Garu, politisi kawakan dari Manggarai, pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2014-2019. Sebelumnya, Andre adalah anggota DPRD Manggarai NTT yang terpilih pada Pileg 2009. Selama menjadi senator, Andre duduk di Komite IV DPD RI dan pernah menjadi anggota Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI serta Wakil Ketua BKSAP DPD RI. Setelah menyelesaikan tugas sebagai senator, Andre dipercayakan menjadi anggota Komisioner Badan Ketahanan Nasional dan Internasional (BKNI) Republik Indonesia periode 2020-2023. 

 

 

Komentar