Rabu, 12 Juni 2024 | 21:58
COMMUNITY

Seru! Latihan Stand-Up Paddle Elpala SMA 68 di Pantai Jimbaran Ancol

Seru! Latihan Stand-Up Paddle Elpala SMA 68 di Pantai Jimbaran Ancol
Anggota Elpala usai latihan SUP di Pantai Jimbaran Ancol (Dok Onaria)

ASKARA - Anggota Elpala SMA 68 Salemba Jakarta menggelar latihan stand-up paddle (SUP) yang seru dan penuh semangat di pantai Jimbaran Ancol. Dibimbing oleh para senior Elpala yang berpengalaman, seperti Zulkifli, Onaria, Herry Latu, Topan, dan Mira, para siswa bersemangat untuk memperbaiki keterampilan mereka dalam olahraga ini.

Selama sesi latihan yang berlangsung dari pukul 14.00 hingga 18.00, para siswa mencoba berbagai teknik dan strategi yang diajarkan oleh para senior. Mereka menggunakan sejumlah SUP yang disediakan untuk meningkatkan keterampilan mereka di atas papan.

Dengan penuh semangat, para siswa menjalani latihan di pantai Jimbaran Taman Impian Jaya Ancol. Di bawah pengawasan seorang guru dari SMA 68, mereka fokus pada pengembangan keterampilan dan peningkatan keseimbangan mereka di atas air.

Kegembiraan dan antusiasme terpancar jelas dari wajah para siswa ketika mereka berhasil menguasai teknik-teknik dasar SUP. Tidak hanya merasakan kesenangan dalam olahraga ini, tetapi juga merasakan hubungan yang erat antara sesama anggota Elpala.

Latihan stand-up paddle ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk belajar dan berlatih, tetapi juga merupakan momen yang mempererat persahabatan di antara para anggota Elpala SMA 68 Salemba Jakarta. Dengan semangat yang tinggi, mereka siap untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Stand-up paddleboarding (SUP) memiliki akar sejarah yang panjang dan bervariasi. Meskipun sulit untuk menentukan asal-usul pastinya, banyak yang percaya bahwa SUP telah ada selama berabad-abad di berbagai budaya maritim di seluruh dunia. Misalnya, orang Polinesia telah menggunakan papan panjang untuk berdiri dan mengayuh sejak ratusan tahun yang lalu.

Namun, dalam konteks modern, SUP lebih sering dikaitkan dengan Hawaii pada awal tahun 1900-an. Pada masa itu, para guru selancar seperti Duke Kahanamoku menggunakan paddle untuk membantu mereka menjelajahi ombak dan mendapatkan posisi yang lebih baik untuk menangkap gelombang. Ini dianggap sebagai salah satu awal dari apa yang sekarang kita kenal sebagai stand-up paddleboarding.

Pada tahun 2000-an, SUP mulai mendapatkan popularitas yang signifikan di seluruh dunia sebagai olahraga air yang seru dan mudah dipelajari. Ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk peningkatan peralatan, popularitas aktivitas rekreasi di pantai, dan dorongan dari atlet profesional yang mulai memperkenalkan SUP dalam kompetisi internasional.

Hari ini, SUP telah menjadi olahraga air yang sangat populer, diakses oleh orang dari segala usia dan tingkat keahlian. Baik sebagai aktivitas rekreasi santai di danau atau pantai, maupun sebagai olahraga kompetitif di tingkat internasional, SUP terus berkembang dan menarik minat banyak orang di seluruh dunia.

 

 

Komentar