Kamis, 23 Juli 2026 | 12:13
NEWS

Medan Kini Miliki Sistem Transportasi Publik Terintegrasi dengan Proyek Mastrans BRT Mebidang

Medan Kini Miliki Sistem Transportasi Publik Terintegrasi dengan Proyek Mastrans BRT Mebidang
Kadishub Sumut, Dr. Agustinus Panjaitan saat memberikan sambutannya pada peluncuran Masstran BRT Mebidang di eks Terminal Amplas, Kota Medan (Dok Dedy Hutajulu)

ASKARA - Medan memasuki era baru dalam dunia transportasi dengan resmi meluncurkan Mastrans Bus Rapid Transit (BRT) Medan-Binjai-Deli Serdang. Dengan anggaran megaproyek mencapai Rp1,9 triliun yang didanai oleh Bank Dunia, kini warga Medan bakal memiliki alternatif transportasi yang lebih efisien dan terintegrasi.

Peluncuran proyek ini ditandai dengan aksi menekan tombol sirine oleh Wali Kota Medan, Bobby Nasution, di Eks Terminal Amplas, Kota Medan, Jumat (19/4).

"Pemko Medan berkomitmen kuat mengawasi pelaksanaan hingga penyelesaian megaproyek ini. Mastrans BRT Mebidang akan menjadi tulang punggung kelancaran aktivitas masyarakat di kawasan metropolitan Medan," ujar Bobby Nasution.

Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Agustinus Panjaitan, menambahkan bahwa proyek ini akan mengakomodasi pergerakan populasi harian sekitar 4,7 juta orang di kawasan Medan-Binjai-Deli Serdang.

"Selain meningkatkan kualitas transportasi, proyek ini juga diharapkan dapat mengurangi tingkat kecelakaan yang tinggi di kawasan Medan, Binjai dan Deli Serdang," ungkap Agustinus.

Dengan target meningkatkan penggunaan transportasi publik hingga 2040, proyek BRT Mebidang yang telah dipersiapkan sejak 2022 ini akan memasuki tahap konstruksi dan operasional bertahap pada 2024. Koridor khusus sepanjang 21,13 km akan menghubungkan berbagai titik penting di Kota Medan, sementara 13 rute tambahan akan memperluas cakupan ke seluruh wilayah.

Proyek ini juga akan mengubah wajah Kota Medan menjadi lebih modern dan inklusif dengan trotoar yang ramah bagi pejalan kaki dan aksesibilitas untuk penyandang disabilitas.

"Konsep low deck untuk bus dan trotoar yang ramah bagi semua kalangan akan diterapkan. Harmonisasi antara bus BRT, halte, dan trotoar menjadi fokus utama kami," tutup Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan Darat, Suharto. 

 

 

Komentar