Inspirasi Prof Rokhmin Dahuri: Muslim Beriman dan Bertakwa Pasti Menaruh Empati Kepada Sesama
ASKARA – Kegagalan sebagian besar umat di dalam mengartikan makna hidup adalah bahagia di dunia . Sementara, kalau kita kembali ke ajaran Islam sebenarnya seperti di firmankan oleh Allah SWT dalam Surat Az Zariyat ayat 50, Allah menciptakan jin dan manusia di bumi tugas utamanya beribadah kepada Allah. Kemudian misi diturunkannya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia dan para Rasul itu agar manusia itu melakukan dua hal.
“Pertama, menegakkan kalimat Tauhid, berimana kepada Allah, dan kedua adalah melaksanakan ketakwaan, yaitu menghindarkan diri dari semua hal yang dilarang oleh Allah dan mengerjakan perintah Allah,” ujar Cendikiawan Muslim yang juga Pakar Ekonomi Kelautan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS dalam bincang inspirasi di Youtube Rasil TV, dikutip Sabtu (23/3).
Lanjutnya, beriman kepada Allah ada turunannya salah satunya beriman kepada hari akhirat. Ironisnya, dari berbagai survei kenapa muslim mundur, sebagaian besar muslim masih secular, lalu keimanan kepada akhirat itu tipis-tipis, sehingga detak jantung, napas , penuh keringat semua untuk dunia.
Prof. Rokhmin Dahuri mengajak umat muslim menjadikan Islam sebagai pedoman hidup dalam meraih kebagahiaan dan kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat dengan cara bertaqwa yaitu menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Menjadi presiden, menteri, gubernur, pengusaha semua untuk menggapai atribut-atribut keduniaan berupa jabatan, kekayaan, popularitas, pengaruh, anak yang banyak dst.
“Padahal kalau menurut ajaran Allah, semua keduniaan dalam upaya menggapai mardhatillah (ridha Allah), dan ridha Allah kita bahagia dengan jalan yang halal supaya di akhirat kita masuk Surga tidak masuk Neraka,” tuturnya.
Dalam Islam, jela Prof Rokhmin Dahuri, Allah SWT telah menciptakan manusia berikut dunia yang kita tempati saat ini adalah merupakan satu kesatuan kehidupan yang utuh dengan pedoman Al-Qur’an dan Hadist yang mengatur secara detail bagaimana kita menjalankan hidup sehingga menciptakan keseimbangan bagi alam semesta.
“Sebagai contoh, dalam sebuah buku berjudul ‘World Without Islam’ dituliskan bagaimana islam memberikan kontribusi peradaban kehidupan manusia dengan pedoman Al-Qur’an seperti bagaimana cara bersuci, menjaga lingkungan, bersosialisasi termasuk bernegara dan lain-lain telah diatur oleh Allah SWT sang pencipta alam semesta,” ungkapnya.
Prof. Rokhmin meyakini kalau umat Islam memaknai kehidupan berdasarkan Al-Qur’an dan Alhadits, Insya Allah perilaku kita berpuasa sangat positif bukan hanya untuk diri kita tetapi juga untuk manusia yang lain.
Memahami konsep rezeki, menurut Prof. Rokhmin Dahuri yaitu: Pertama, merupakan titipan dan amanah dari Allah SWT.
Kedua, rezeki itu bentuknya bukan berupa harta, jabatan den kemewahan dunia yang lain, tetapi rezeki yang paling utama adalah ketenangan bathin, kebahagiaan spiritual. Lalu semangat hidup kita untuk senantiasa bertakwa kepada Allah.
“Rezeki itu bukan hanya harta melimpah, bukan hanya jabatan tapi ketenangan jiwa, kemudian dasar kehidupan kita terenuhi dari pangan, sandang, perumahan, kesehatan, Pendidikan, transportasi,” ujar Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University itu.
Karena , terangnya, kalau kita sebagai manusia itu jujur pada saat kita berbuat maksiat, atau hal-hal yang dilarang oleh Allah pasti gundah gulana. “Makanya manusia yang waras itu kalau melakukan kejahatan, misalnya mau minum, mau narkoba, mau melakukan perselingkuhan itu membuat jiwa manusia tergoncang,” tuturnya.
Lalu, Prof. Rokhmin memaparkan sabda Rasulullah SAW: “Ketahuilah! Di dalam tubuh manusia ada sekerat daging. Bila sekerat daging itu baik, semua anggota tubuh pun akan baik. Sebaliknya, apabila sekerat daging itu rusak, maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa itu adalah hati.” (HR Bukhari).
“Kalau terus menerus tidak segera bertobat akhirnya Allah membiarkan, kalau sudah hitam semua perbuatan dosa tidak membuat goncang jiwanya karena sudah dianggap biasa,” jelas kata Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2020 – sekarang.
Kemudian, Prof. Rokhmin Dahur memaparkan bahwa pola pikir manusia itu dibentuk dalam dua variabel, internal dan eksternal. Variabel internal yaitu kekohohan iman orang tersebut, dan variabel ekseternal yaitu rangsangan-rangsangan kehidupan duniawi yang serba kemaksiatan.
Variebel eksternal merupakan desain orang-orang yang tidak beriman, kapitalis, meterialistis yang merasa terganggu kalau ada orang muslim yang tidak minum alkohol, tidak makan babi. “Kita harus memperkuat benteng keimanan kita,” Prof. Rokhmin Dahuri menyarankan.
Islam, jelasnya, mengatur sangat lengkap proses kehidupan. Bagaimana hubungan antara manusia dengan dirinya sendiri, seperti cara makan, mau tidur harus ada doanya. Kemudian saat tidur kita disunnahkan miring kanan.
Islam Agama Sempurna
Ternyata ilmu kedokteran modern membuktikan kalau tidur tengkurap itu bahaya untuk kesehatan. Tetapi kalau miring sebelah kanan bagus untuk jantung kita. Sebelum tidur kita berdoa, kemudian mau bangun tidur ada doanya juga.
Bahkan mau masuk ke kamar mandi pun ada aturannya, begitu pula cara makan . “Ternyata menurut penelitian ahli terapi fisik Johns Hopkins yang mengatakan bahwa paling mujarab saat makan jangan berlebihan. Subhanallah,” ungkap tandas Menteri Kelautan dan Perikanan 2001 - 2004 itu.
Dalam kesempatan itu, Prof. Rokhmin Dahuri menegaskan Islam adalah agama yang sempurna, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat al Maidah ayat 3: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku sempurnakan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.”
“Jadi, agama Islam itu sempurna, baik hubungan manusia dengan dirinya sendiri, baik ekonomi, perdagangan, sains dan teknologi, berpolitik semua diatur. Kalau proses ini benar-benar menurut ajaran Islam pasti outputnya ahlakul karimah, yaitu minimal Shiddiq, Amanah, Fatonah dan Tabligh,” sebut Wakil Ketua Pengurus Pusat Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) itu.
Kesenjangan pendapat ekonomi yang sekarang menjadi konsen Presiden Jokowi dan seluruh kepala pemerintahan di dunia karena manusia-manusia yang tidak beriman menganggap bahwa harta benda itu seperti Qarun punya presepsi, seolah-olah milik sendiri.
“Kalau dalam Islam harta benda itu hanya titipan dari Allah, tidak boleh disimpan dalam hati, tetapi juga berbagi melalui zakat, infaq, sedekah, wakaf,” katanya.
Meski zakat yang wajib kecil sekali hanya 2.5 persen, tetapi kata Prof Rokhmin Dahuri, Islam memberikan semangat kepada manusia untuk berbagi lebih.
Sehingga kalau dicontohkan Sayyidina Utsman bin Affan sepertiga, kemudian Abdurrahman bin Auf setengahnya. Abu Bakar bahkan seratus persen. “Kalau manusia itu mengamalkan Islam tidak ada problema gap antara sesama, gap kerusakan lingkungan,” ujarnya.
Prof Rokhmin Dahuri menjelaskan definisi iman dan takwa bukan hanya hubungan kepada Allah SWT juga hubungan kepada manusia. Sebagai karyawan jadilah yang paripurna, sebagai dosen jadilah telah, sebagai peneliti yang menghasilkan inovasi, sebagai presiden, menteri, gubernur, bupati sampai lurah jadilah umaro yang benar-benar bisa menciptakan suasana kondusif sehingga penduduknya beriman dan bertakwa.
Sebagaimana janji Allah dalam Surat Al Araf ayat 96: “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi…”
“Berkah itu kekuasaan Allah. Jika Allah menghendaki kun fayakun, orang yang tadinya malas menjadi rajin, Maka tugas pertama seorang pemimpin membuat rakyatnya beriman dan bertakwa kepada Tuhan,” katanya.
Dalam pesannya, Prof Rokhmin Dahuri mengajak umat muslim untuk kembali kepada islam dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dengan cara bertaqwa kepada Allah SWT sebagai kunci kebahagiaan dan kesuksesan hidup baik di dunia maupun di akhirat.
“Baik secara teologis maupun rasional, orang yang beriman dan taqwa kepada Sang Penciptanya dipastikan hidupnya akan sukses dan bahagia,” kata Duta Besar Kehormatan Kepulauan Jeju dan Kota Metropolitan Busan, Korea Selatan itu.

Komentar