Senin, 08 Juni 2026 | 18:02
OPINI

Lonjakan Content Creator Baru, Dampak Langsung dari Meningkatnya Pengguna Media Sosial

Lonjakan Content Creator Baru, Dampak Langsung dari Meningkatnya Pengguna Media Sosial
Ilustrasi Content Creator (Dok Pixabay)

Oleh: Yunita Putri
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University

ASKARA - Dari tahun ke tahun, perkembangan dan penggunaan internet di dunia saat ini semakin meningkat. Hal tersebut tidak terlepas dari akses internet yang semakin mudah terjangkau dan tersebar sampai ke pelosok serta biaya akses yang semakin murah untuk menggunakan internet. Salah satu implikasi dari hal tersebut adalah terjadinya peningkatan penggunaan media sosial yang kian hari semakin banyak dan umum digunakan oleh manusia.

Indonesia sendiri termasuk negara yang setiap tahunnya mengalami peningkatan dalam penggunaan media sosial. Bahkan Indonesia menjadi negara dengan pengguna media sosial media sosial terbanyak di dunia, hal ini juga disebabkan lantaran Indonesia juga termasuk negara dengan jumlah penduduk yang besar di dunia. Sehingga Indonesia mengalami pertumbuhan yang cepat bdan signifikan dalam penggunaan teknologi dan juga up-to-date dalam mengikuti tren.

Menurut We Are Social dan Hootsuite, jumlah pengguna aktif media sosial tersebar di seluruh dunia mencapai 4,76 miliar pada Januari 2023. Angka ini setara 59,4% dari total populasi dunia saat ini. Pengguna media sosial mengalami pertumbuhan pesat selama 10 tahun terakhir ini. Pasalnya selama dua belas bulan terakhir, perilaku digital dunia telah menunjukkan beberapa perubahan paling besar yang pernah kita lihat selama bertahun-tahun, bahkan dibandingkan dengan “tahun-tahun pandemi”.

Di Indonesia sendiri, pada Januari 2023 terdapat 167 juta jiwa pengguna aktif media sosial, yang setara dengan 60,4% dari total populasi penduduk di tanah air. Sebanyak 78,5% dari pengguna internet pasti menggunakan paling tidak 1 akun media sosial. Dengan rata-rata penggunaan internet setiap harinya sekitar 7 jam. Diunggakp dengan beberapa alasan seperti, berhubungan dengan teman dan keluarga, mengisi waktu luang, mencari informasi dan lain sebagainya.

Presentase penggunaan platform media sosial yang digunakan di Indonesia pada Tahun 2023 yang paling atas adalah Whatsaap. Pengguna Whatsaap di Indonesia sendiri sebanyak 92,1% yang meningkat 3,4% dari tahun sebelumnya. Disusul Instagram sebanyak 86,5% dari jumlah populasi yang mengalami peningkatan 1,7% dari tahun sebelumnya. Lalu ada Facebook sebanyak 83,8% yang mengalami peningkatan 2,5% dari tahun sebelumnya. Dan yang terakhir, yang mengalami peningkatan paling pesat yaitu Tiktok, yang semula 63,1% menjadi 70,8% sehingga mengalami peningkatan sebanyak 7,7%.

Sejak pandemi Covid-19, Masyarakat Indonesia menggunakan media social bukan hanya sebagai sarana komunikasi. Tetapi juga sebagai ladang mencari rejeki. Mengingat perkembangan teknologi meningkat sangat pesat, dimana semua kegiatan penting dapat dilakukan dengan lebih canggih dan secara digital. Sehingga profesi menjadi Content Creator sangat diminati oleh kalangan Gen Z, karena dapat dilakukan secara fleksibel dan juga keleluasan menggunakan media sosial yang dapat membuat orang-orang kreatif memanfaatkannya untuk mendapatkan cuan yang cukup menggiurkan.

Menurut State of Digital Publishing, content creator adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk setiap informasi di media, terutama media digital dan memiliki target audiens tertentu. Tentunya, cita-cita menjadi seorang content creator bukanlah hal yang salah. Justru, dengan semakin banyaknya content creator di Indonesia makin membuktikan bahwa, industri digital di Indonesia semakin berkembang. Biasanya, content creator hadir di berbagai platform media sosial, seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan lain sebagainya.

Profesi Content Creator saat ini juga sangat dibutuhkan oleh suatu Perusahaan, karena saat ini bisnis bukan hanya tentang produk atau layanan yang ditawarkan, tetapi juga bagaimana cara mengemas dan mempresentasikannya kepada pasar. Disinilah peran Content Creator menjadi sangat penting, karena mampu menciptakan content yang menarik, informatif dan memikat audiens.

Untuk menggeluti Profesi Content Creator, seseorang diharuskan untuk memiliki softskills yang baik, seperti adaptability, collaboration, creativity, curiosity, dan emotional intelligence (EI). Selain itu, kemampuan yang sebaiknya dimiliki seorang Content Creator meliputi video and photography, writing and storytelling, editing dan audio, SEO dan content strategy, serta marketing.

Menjadi Content Creator yang disukai audiens yaitu konten harus bermanfaat atau menyenangkan untuk dilihat atau dikonsumsi sesuai target market. Tentunya, menjadi content creator tidak instan, kamu harus memiliki ketekunan/konsistensi dan keahlian tertentu. Menjadi Content Creator yang unik dan memiliki personal branding sendiri juga dapat menjangkau audiens lebih banyak. Karena nantinya akan terdapat pembeda pada jenis konten dan media apa yang mereka gunakan antara Content creator yang satu dan yang lainnya. 

Sebagai seorang content creator, tentunya perlu melakukan komunikasi sepanjang hari. Sehingga menjadi Content creator harus mampu mengartikulasikan ide-ide dan pesan mereka dengan jelas. Mereka harus dapat menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami dan terstruktur dengan baik.

Kemampuan untuk menyusun kalimat yang padat, menghindari penggunaan kalimat yang rumit, dan menyampaikan pesan dengan bahasa yang sesuai dengan audiens adalah kunci dalam komunikasi yang efektif. Kemampuan komunikasi yang baik  juga membantu content creator untuk membentuk koneksi yang kuat dengan audiens, membangun keterlibatan, dan menyampaikan pesan merek dengan jelas.

Komentar