Senin, 08 Juni 2026 | 03:26
TRAVELLING

Nikmatnya Menyisiri Kota Jakarta di Akhir Pekan

Nikmatnya Menyisiri Kota Jakarta di Akhir Pekan
Suasana Jakarta di akhir pekan (DokRahillatul)

Oleh: Rahillatul Akromah

Mahasiswa program studi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University

ASKARA - Akhir pekan telah tiba, saatnya healing sejenak untuk menghilangkan penat diri dari hiruk pikuk rutinitas. Mengisi liburan di akhir pekan tidak lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke Kota Jakarata. Tinggal di sekitar Jabodetabek memang menjadikan kita mempunyai banyak pilihan wisata di daerah tersebut.

Pilihan wisata menentukan daerah mana yang cocok untuk dikunjungi. Jika anda ingin liburan ke alam maka anda bisa mengunjungi Bogor sebagai tujuan destinasi anda. Lalu jika ingin berlibur dengan suasana kota metropolitan dengan kesan klasik, mewah, dan modern maka kamu bisa mendatangi Kota Jakarta.

DKI Jakarta memang terkenal memiliki banyak destinasi liburan dan event yang bisa dikunjungi. Ada banyak event besar yang yang diadakan di daerah ini terkhusus daerah Jakarta Selatan.

Event yang diadakan pun sangat beragam, mulai dari pendidikan, bisnis, kuliner, politik, olahraga hingga yang bersifat entertaint. Saat mengunjungi Jakarta, anda wajib berkunjung ke Blok M yang berada di jalan Kebayoran Baru. Blok M menyediakan banyak sekali outlet makanan yang sedang hits dan harganya yang ditawarkan pun cukup murah di outletnya.

Selain itu, anda juga bisa melakukan berbagai kegiatan menyenangkan di sini seperti car free day di Jalan MH Tamrin, mengulik sejarah atau sekedar berfoto di spot historical Kota Tua Jakarta, Hangout di Mall Grand Indonesia bersama orang-orang terdekat, atau bahkan sekadar menghadiri konser-konser musik dari idol kesayangan kamu.

Salah satu event besar dan menarik yang pernah diadakan di Kota Jakarta yakni ASIAN GAMES. Event besar di Kota Jakarta biasanya diadakan di GBK (Gelora Bung Karno), JCC (Jakarta Convention Center), JIS (Jakarta International Stadium), hingga Beach City International Stadium Jakarta.

Pada cerita kali ini saya akan mengajak anda merasakan euphoria perjalanan menuju Kota Jakarta pada Sabtu, 25 Februari 2024. Hal yang menjadi tujuan utama saya mengunjungi kota ini yaitu untuk menghadiri sebuah pameran pendidikan terbesar se-ASEAN. Event ini bernama IIETE (Indonesian International Event & Training Education) yang berlokasi di JCC Senayan Jakarta.

Lalu, setelah menghadiri pameran ini saya bersama teman saya menuju blok M untuk sekedar makan di HAKU Dimsum dan melakukan photo studio di PHOTCROMIC saat itu juga. Weekend di hari sabtu ini terasa sangat menyenangkan karena saya bisa menyusuri Kota Jakarta dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.

Hal terpenting yang perlu saya persiapkan menuju kota ini adalah tiket perjalanan seperti kartu KRL dan E-Money. Saat sudah mempersiapkan semua yang dibutuhkan, saya berangkat menuju stasiun pukul 08:00 WIB pagi. Setibanya di stasiun, saya mencari rute kereta yang memandu saya menuju lokasi pameran dan mengharuskan saya menaiki MRT. Dalam perjalanan ini, saya menaiki KRL terlebih dahulu, kemudian dilanjut dengan menaiki MRT untuk tiba di lokasi pameran.
 
Saat sudah berada di dalam KRL dengan tujuan akhir Kota Jakarta, saya transit di manggarai menuju sudirman. Saya tiba di stasiun sudirman sekitar pukul 09:30 WIB, sesampainya saya di stasiun ini selanjutnya saya menaiki MRT yang mana ini yang pertama kalinya bagi saya. Stasiun sudirman sudah masuk kawasan Jakarta dan saat saya berjalan keluar dari stasiun, saya merasa takjub melihat ornament-ornament lukisan di bawah jembatan yang menghubungkan saya menuju lokasi MRT. Tidak berhenti di situ saja, saya melihat banyak aktivitas di bawah kolong jembatan yang estetik ini, dimulai dari banyak orang yang jogging, ada pengamen yang nyanyi, ada yang jualan pernak-pernik hingga makanan.

Namun malangnya, saat tiba di MRT Dukuh Atas saya baru menyadari bahwa kartu e-money saya ketinggalan dan hal ini membuat saya sempat panik karena syarat menaiki MRT harus punya e-money atau kartu MRT itu sendiri. Akhirnya saya diarahkan oleh petugas untuk membeli kartu MRT sekali perjalanan. Kartu ini cukup murah karena saya hanya perlu membayar 10 rb dan sudah termasuk saldo untuk MRT Dukuh Atas menuju MRT Istora Mandiri.

Lokasi pameran cukup dekat dengan MRT Istora Mandiri. Saat telah sampai di Istora, saya hanya perlu berjalan sekitar 15 menit ke Gedung Jakarta Conventional Center. Keluar dari MRT, saya kembali terpana melihat begitu megahnya gedung-gedung yang menjulang tinggi di Jakarta ini. Selama berjalan, saya melewati Taman GBK yang sangat luas dan terdapat outlet makanan yang cukup ramai disinggahi para pejalan kaki. Setibanya di lokasi, saya melihat jam sudah menunjukkan pukul 10:00 WIB. Dari jarak 50 meter sudah keliatan baliho dan poster IIETE menghiasi pinggiran Gedung JCC Hall B.

Memasuki pameran IIETE, mata saya berbinar melihat stand-stand universitas dari berbagai belahan negara di ASEAN. Ohiya saat memasuki gedung, saya tidak membayar karena saya mendapatkan free pass sebagai media partner Inspirator Lulus PTN. Banyak sekali aktivitas dalam pameran pendidikan ini, diantaranya fun games dari setiap stand universitas, virtual reality game, booth barang-barang dari korea, booth Emina, stand lembaga layanan jasa study abroad, kursus bahasa inggris, fotografi, marketing, hingga stand dari universitas dalam dan luar negeri.

Saya mengunjungi hampir semua stand yang buka karena merchandise yang diberikan sangat menarik haha....
Merchandise yang paling „wah‟ saya dapatkan yaitu scented candle wangi jasmine dari Stand kursus bahasa inggris “Well Street English”. Selain itu, saya juga senang saat mendapatkan coklat dari HSE University from Rusia. Namun, semua merchandise yang diberikan kepada saya sangatlah berkesan karena pengalaman interaksi dan insight dari mereka benar-benar menambah pengalaman menyenangkan untuk saya.

“Aku ngerasa senang banget bisa hadir di pameran pendidikan terbesar se-ASEAN ini karena di sini tuh aku benar-benar mendapatkan kesempatan bertanya apapun yang aku penasaran ke stand-stand yang aku kunjungi langsung dari ahlinya sehingga aku jadi mendapatkan insightful.” Ujar Eliyanti Mahasiswa UPN Veteran Jakarta.

Di sini juga saya bertemu teman dari Pare yang sudah lama tidak jumpa. Akhirnya saya memutuskan untuk lanjut main bersamanya ke blok M. Kami keluar dari pameran sekitar pukul 12:30 WIB Melanjutkan perjalanan ke blok M, kami menaiki MRT kembali namun dengan estimasi waktu yang singkat yaitu hanya memakan waktu sekitar 10 menit saja.
 
Setibanya di MRT Blok M BCA kami turun ke bawah menuju Blok M. Hal yang ada dibenak kami saat itu juga adalah membeli makanan. Teman saya mengajak saya ke salah satu outlet makan di sana yang bernama “HAKA Dimsum”. Outlet ini konon katanya viral karena menu makanan ala-ala china yang ditawarkan sangatlah unik dengan harga yang murah. Benar saja, saat tiba di depan outlet, kami melihat banyak sekali antrian di luar hanya untuk menjajaki makanan di HAKA Dimsum ini.

Akhirnya kami pun mengantri untuk mengambil waiting list dan ternyata kami mendapatkan nomor urut ke-28. Melihat nomor waiting list yang cukup jauh dan memerlukan waktu 48 menit untuk bisa memesan menu, kami memutuskan untuk jalan-jalan ke sekitaran blok m. Saat berjalan, saya melihat gazebo melingkar blok m yang di bawahnya terdapat outlet makanan yang mewah dan unik. Di sana juga terdapat perpustakaan yang berdampingan melingkar bersama outlet makanan yang lain.

Saya berjalan sambil mengamati aktivitas orang-orang di sana yang kelihatan workaholic karena membuka laptopnya di outlet-outlet dan perpustakaan di sana. Pakaian yang digunakan oleh mereka juga santai namun tetap stylish. Benar-benar pemandangan yang menggambarkan kehidupan Kota Jakarta.

Puas melihat sekitar kami pun lanjut kembali ke HAKA Dimsum untuk memesan makanan. Siap menyantap makanan ala china, kami memesan menu Hakau, Pao Telur Asin, Stim Nasi Ayam Cincang, dan Sup Wonton. Dengan menu sebanyak itu kami hanya mengeluarkan uang sebesar Rp120.000 ribu saja.

Selesai makan di HAKA Dimsum, kami memutuskan untuk melakukan photobox terlebih dahulu sebelum balik. Akhirnya kami memutuskan pergi ke Photomatics Wonderland blok N. Nuansa yang ditawarkan tempat photobox ini benar-benar trendy ala anak muda, banyak pernak-pernik bando, cermin hias, bahkan ada costum. Lagi-lagi tempat ini sangat ramai oleh pengunjung, namun hal ini terbayarkan dengan hasil foto yang sangat memuaskan dan harga yang cukup miring sekitar Rp32.000 saja untuk sekali masuk.

Hari sudah menunjukkan pukul 17.00, sudah saatnya kembali ke Bogor. Kami berpisah di blok m, saya kembali pulang menaiki rute MRT yang berbeda dengannya. Saya harus menaiki MRT Blok M dengan tujuan Bundaran HI dan turun di MRT Dukuh Atas. Kemudian, saya kembali menaiki rute kereta yang sama seperti saat saya berangkat tadi.

Kesan saya selama seharian menyisiri Kota Jakarta ini adalah takjub. Berkelana di Kota Jakarta memang cukup melelahkan namun terasa sangat menyenangkan. Saya melihat banyak perbedaan gaya hidup, harga makanan, budaya, hingga aktivitas di kehidupan kota ini. Saya rasa kota ini tidak akan ada habisnya dikunjungi oleh orang-orang karena banyaknya tempat destinasi dan kegiatan bermanfaat dari event-event besar yamg diselenggarakan di Kota Jakarta.

Komentar