Kamis, 23 Juli 2026 | 11:05
TRAVELLING

Perjalanan Menikmati Keindahan Lembah Cipanas Kelapa3 Riverside Bogor

Perjalanan Menikmati Keindahan Lembah Cipanas Kelapa3 Riverside Bogor
Lembah Cipanas Kelapa3 Riverside Bogor (Dok Askara)

Oleh: Gemia Nazwa Naina 
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB

 
ASKARA - Pagi hari yang cerah di akhir pekan adalah waktu yang tepat digunakan untuk quality time bersama keluarga. Rasanya, bermain ke tengah kota seperti pergi ke mall atau nongkrong cantik bersama sudah mulai membosankan. Mencari tempat berkumpul dengan udara yang menyegarkan dan asri mungkin menjadi pilihan yang cocok untuk solusi menghindari ramainya kota saat ini. 

Hari minggu saya bersama keluarga memutuskan untuk bermain ke wisata alam Bogor yang memiliki banyak sekali destinasi wisata alam. Dengan memanfaatkan sosial media, kami mencari wisata alam baru atau wisata hidden gem untuk memutuskan tujuan liburan akhir pekan bersama kami. 

Kami memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Lembah Cipanas Kelapa3 Riverside yang ada di Desa Wisata Ciasmara, Kabupaten Bogor. Tempat wisata tersebut menyediakan area camping ground yang sangat luas dengan pemandangan hamparan padi, tanaman, dan terasering disekelilingnya. Selain itu, tempat ini menyediakan sensasi camping disamping aliran sungai yang deras dan jernih. Tempat ini sangat membuat saya merasa menyatu dengan alam karena ditambah dengan adanya kolam air panas untuk merileksasikan penatnya tubuh. 

Untuk mencapai perjalanan ke sana, dari pusat kota memiliki waktu perjalanan satu sampai dua jam. Setelah melihat perjalanan seseorang menuju ke tempat itu sebelumnya di Youtube, kami melihat jalan atau akses menuju Lembah Cipanas sangat kecil dan lebih direkomendasikan menggunakan motor karena jalan hanya cukup satu mobil. Pada saat itu, cuaca di Bogor sedang sangat terik dan tetap dilengkapi dengan macetnya Dramaga. Namun, hal tersebut tidak mengurungi niat untuk tetap berangkat melakukan perjalanan touring menggunakan motor beramai-ramai menuju wisata alam. 

Di sepanjang perjalanan saat sudah memasuki kawasan sekitar wisata alam kabupaten Bogor, terlihat hamparan padi hijau dan kuning di kanan dan kiri jalan, bukit-bukit dengan pepohonan rimbum yang sangat indah, warga lokal yang berenang di sungai jernih. Meskipun matahari sedang sangat terik, udara di sana terasa sangat dingin dan asri. Tidak ada suara bising klakson kendaraan karena kemacetan yang padat, dan tidak ada polusi udara yang membat sesak. Itu semua membuat rasa nyaman selama perjalanan meski jarak yang jauh, ditambah dengan banyaknya petunjuk jalan menuju wisata tersebut lebih memudahkan selama perjalanan. 

Fasilitas kantin yang terdapat di dekat pintu masuk menarik perhatian untuk melihat apa saja yang dijual, karena udara yang mulai dingin di sana membuat mulai merasa lapar. Sambil menunggu pesanan, saya berbincang dengan pekerja di sana mengenai tempat wisata ini. Dijelaskannya, kalau Lembah Cipanas Kelapa3 Riverside tidak hanya untuk orang yang ingin camping saja, di sana menyediakan gazebo dan lahan yang dialasi oleh tikar untuk orang yang ingin berekreasi atau piknik saja dan tidak menginap. Harga tiket masuk untuk camping saat weekend dikenakan biaya sebesar 35.000 rupiah, weekday 30.000 rupiah, tidak camping 20.000 rupiah, dan tiket parkir kendaraan 5.000 rupiah. 

Untuk mencari tempat duduk di lahan yang sudah disiapkan, kami jalan sedikit ke arah bawah dengan track jalan tanah setapak dikelilingi aliran air dan tanaman. Saya dan keluarga membawa bekal untuk piknik di sana. Saat selesai makan bersama, kami berbincang dengan pengunjung lain yang berada di sebalah. Setelah berbincang mengenai berbagai hal, pengunjung tersebut mengatakan, kalau ke sini lagi harus bawa makanan sendiri karena susah mencari makanan. 

"Harus bawa makanan sendiri, karena di kantin cuman ada sedikit pilihan," kata Sang Ibu.

Mungkin memang lebih baik membawa bekal saat ingin berekreasi ke tempat ini. 
Saya berkeliling untuk melihat banyak hal yang ada di wisata alam ini, mendengar gemuruh air yang deras menarik perhatian saya dan berjalan menuju ke arah datangnya suara. Terlihat banyak sekali yang berenang atau hanya bermain air saja di sungai yang jernih, mulai dari anak-anak hingga lansia, membuat saya sangat ingin bermain air yang terlihat sangat segar dan aman. 

Saat sedang bermain air dipinggiran sungai, saya bertemu dengan seorang pemuda sebaya, Azril Ramdani, kemudian kami berbincang dan saling bertanya tujuan ke tempat wisata tersebut. Azril Ramdani, berasal dari kota Bogor, bersama teman-temannya melakukan camping satu hari dan saya menanyakan bagaimana camping di wisata ini.

"Enak sih, tempatnya sejuk, bersih cocok buat yang suka main ke tempat alam, apalagi di sini menyediakan tenda camping juga. Ada sensasi suara air sungai di samping dan tersedia warung juga untuk yang ingin membeli makanan atau minuman," kata Azril. 

Langit mulai mendung dan aliran sungai semakin deras membuat saya beranjak kembali ke tempat keluarga berkumpul. Tidak lama kemudian turun hujan yang sangat deras, namun di sekitar kolam air panas yang berjejer di samping lahan, pengunjung tetap ramai. Kolam air panas yang berasap itu membuat para pengunjung ingin berendam saat suhu sangat dingin karena di sekitar gunung terkena hujan. 

Saat hujan mulai mereda, saya dan saudara-saudara mendekati kolam air panas. Kami melihat anak kecil yang berlari sambil berkata, "ga mau di sana ah, kolam yang itu panas banget." Hal itu membuat kami penasaran dan saling bertanya, "memangnya suhu di kolam-kolam ini berbeda?” 

Untuk menjawab rasa penasaran, kami merendam kaki di kolam tengah terlebih dahulu dan berbincang dengan pengunjung yang sedang merendam kaki juga, ternyata memang benar kata pengunjung tersebut kolam-kolam air panas di sana unik karena memiliki suhu panas yang berbeda. 

Hari semakin sore, saya dan keluarga makan bersama lagi karena perut yang mulai lapar setelah berendam. Saat makan sore, kami makan bersama dengan pengunjung lain yang tidak mendapatkan tempat dan bergabung bersama keluarga saya. 
Disaat makan bersama sambil berbincang, pengunjung memberi masukan agar pihak wisata menyediakan wastafel untuk cuci tangan para pengunjung. Masukan tersebut akan mempengaruhi kebersihan dan kenyamanan tempat wisata. 

Bella Belinda, salah satu pengunjung, cerita kalau dia sengaja datang jauh dari Cilengsi untuk ke tempat wisata tersebut. Menurutnya seru banget melihat sekeliling tampak pemandangan hijau, cocok untuk membawa anak-anak karena tempatnya luas dan aman ditambah lagi aktivitas alam. 

"Biasanya setiap hari merasakan macet dan debu, datang ke sini berasa menghilangkan suntuk dan penat. Sangat direkomendasikan untuk berekreasi dengan keluarga terutama yang memiliki anak kecil," ujarnya. 

Saya senang melakukan perjalanan alam seperti ini, banyak bertemu dengan orang baru yang mau saling berinteraksi juga. 

Saat hari mulai gelap, kami bergegas untuk pulang diiringi rintikan hujan yang mulai deras. Meskipun menggunakan motor, hujan membuat perjalanan semakin terasa asik. Cuaca Bogor belakangan ini memang tidak bisa diprediksi, jadi harus mempersiapkan semuanya terutama jas hujan dan sandal. Saat diperjalanan ada pengendara motor lain yang melaju sangat kencang saat ada genangan air di jalan, hal itu membuat saya terkena cipratan sampai ke muka. Memang mengesalkan tapi untung saja saya menggunakan helm yang ada kacanya. Jadi saran saya untuk perjalanan jauh lenih baik menggunakan helm dengan kaca pelindungnya. 

Minggu akhir menuju bulan puasa membuat jalanan kota sangat padat karena orang lain juga banyak yang melakukan perjalanan bersama keluarga. Perjalanan pulang menuju rumah menghabiskan waktu sekitar dua jam dengan kondisi jalanan sangat macet. Meski begitu, saya memiliki kesan yang sangat baik saat melakukan perjalanan wisata alam ke sana. Banyak hal baru yang bisa dinikmati bersama keluarga, sedikit terkendala sinyal membuat momen semakin berharga karena tidak fokus bermain HP saja. Seperti yang dikatakan pengunjung lain, wisata alam ini sangat cocok menjadi destinasi liburan bersama keluarga. 

Komentar