Kamis, 18 Juni 2026 | 04:00
TRAVELLING

Berburu Destinasi Tersembunyi dan Pengalaman Autentik Jadi Tren Liburan Gen Z, Benarkah?

Berburu Destinasi Tersembunyi dan Pengalaman Autentik Jadi Tren Liburan Gen Z, Benarkah?
Berburu destinasi tersembunyi (Dok Esti)

ASKARA - Generasi Z memiliki pendekatan unik dalam memilih destinasi liburan. Mereka cenderung menghindari tempat wisata yang terlalu ramai dan mainstream, lebih memilih lokasi yang menawarkan pengalaman khas dan keaslian budaya.  

Salah satu konsep wisata yang digemari adalah local immersion, di mana mereka ingin lebih dari sekadar menjadi turis—mereka ingin benar-benar memahami dan merasakan kehidupan masyarakat setempat. 

Bagi Gen Z, perjalanan bukan hanya tentang mengunjungi landmark terkenal, tetapi juga tentang berinteraksi langsung dengan penduduk lokal, mencicipi kuliner khas daerah, dan mengeksplorasi tradisi unik yang jarang terekspos.  

Tak hanya itu, banyak dari mereka juga lebih suka berwisata ke tempat-tempat tersembunyi yang belum banyak diketahui orang. Semakin sulit dijangkau suatu destinasi, semakin menarik bagi mereka. 

Tren ini berkaitan erat dengan konsep coolcation, yang mengacu pada perjalanan ke lokasi yang menawarkan kesejukan udara serta pemandangan alam yang masih asri, jauh dari hiruk-pikuk kota besar atau pusat wisata yang sudah terlalu komersial.  

Selain mencari pengalaman yang unik, kesadaran terhadap isu lingkungan juga menjadi faktor penting dalam menentukan tujuan perjalanan. Generasi Z semakin peduli terhadap dampak wisata terhadap alam, sehingga mereka cenderung memilih destinasi yang menerapkan prinsip keberlanjutan. 

Wisata berbasis ekologi, penginapan ramah lingkungan, serta aktivitas yang tidak merusak ekosistem menjadi daya tarik utama bagi mereka.  

Dengan meningkatnya permintaan terhadap wisata autentik dan berkelanjutan, banyak pelaku industri pariwisata kini mulai beradaptasi. Mereka menawarkan paket perjalanan yang lebih personal, ramah lingkungan, dan memungkinkan wisatawan merasakan kehidupan lokal secara lebih mendalam. 

Hal ini menandakan bahwa tren wisata di kalangan Gen Z bukan hanya sebuah gaya hidup, tetapi juga sebuah perubahan dalam cara orang menikmati perjalanan.

 

 

Komentar