Senin, 08 Juni 2026 | 22:43
OPINI

Adanya Pengaruh Modal Sosial Terhadap Kebahagiaan Generasi Sandwich di Indonesia

Adanya Pengaruh Modal Sosial Terhadap Kebahagiaan Generasi Sandwich di Indonesia
Dinda Putri Agustin (Dok Pribadi)

Oleh: Dinda Putri Agustin *

 

ASKARA - Generasi sandwich adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan generasi yang merasa tertekan atau ditinggalkan karena tanggung jawab mengurus orang tuanya dan sebaliknya tanggung jawab mengurus anak atau keluarganya. Generasi sandwich di Indonesia juga menghadapi tantangan serupa seperti di negara lain.

Banyak yang berpendapat bahwa generasi sandwich di Indonesia menghadapi tantangan yang berat, karena mereka harus mengelola tanggung jawab ganda untuk merawat orang tua yang menua dan membesarkan keluarga mereka sendiri. Hal ini dapat menyebabkan tekanan emosional, finansial, dan fisik yang signifikan. Beberapa orang mungkin melihat generasi sandwich sebagai tanda dari perubahan sosial dan demografis di Indonesia, di mana ekspektasi terhadap anggota keluarga dalam merawat orang tua semakin meningkat sementara dukungan dari pemerintah atau sistem perawatan jangka panjang masih terbatas.

Opini lain mungkin menekankan pentingnya pemerintah dan masyarakat untuk memberikan dukungan yang lebih besar bagi generasi sandwich, baik melalui kebijakan yang mendukung perawatan lanjut usia maupun melalui program dukungan keluarga yang lebih baik. Ada yang melihat generasi sandwich sebagai kelompok yang memiliki peluang untuk mengembangkan keterampilan manajemen waktu, empati, dan ketahanan dalam menghadapi tekanan ganda. Namun, tantangan finansial dan penyesuaian gaya hidup juga harus diatasi. Generasi sandwich perlu menyadari pentingnya merawat diri sendiri agar bisa merawat orang lain dengan baik, serta mencari dukungan dari keluarga, teman, atau profesional jika diperlukan.

Generasi sandwich yang memiliki modal sosial tinggi lebih cenderung sangat bahagia dan mereka yang memiliki modal sosial rendah lebih cenderung tidak bahagia. Selain itu generasi sandwich yang sehat lebih cenderung bahagia, sedangkan mereka yang sakit lebih cenderung tidak bahagia. Berdasarkan pendapatan rumah tangga juga didapat bahwa rumah tangga yang memiliki pendapatan rumah tangga yang sangat rendah lebih cenderung untuk tidak bahagia, sementara semakin tinggi pendapatan rumah tangga, maka kecenderungan untuk bahagia semakin meningkat.

Selanjutnya berdasarkan pendidikan terlihat bahwa mereka yang berpendidikan rendah lebih cenderung tidak bahagia, sementara mereka yang berpendidikan tinggi lebih cenderung sangat bahagia. Peningkatan nilai modal sosial pada generasi sandwich akan meningkatkan nilai kebahagiaannya.

Generasi sandwich yang memiliki hubungan baik dengan anak dan orang tuanya tidak akan menjadikan mereka sebagai beban, namun justru keberadaan keduanya akan meningkatkan kebahagiaannya. Selain itu, generasi sandwich yang memiliki hubungan baik dengan tetangga dan masyarakat akan lebih mudah untuk berbagi beban dalam penjagaan anak dan orang tua, misal dengan sesekali menitipkan anaknya kepada tetangga.

Peran generasi sandwich sebagai orang tua dan anak memerlukan usaha dan pengorbanan yang lebih bedar untuk merawat anak dan orang tua nya. Meningkatnya populasi lansia (lanjut usia) saat ini membutuhkan perhatian semua pihak agar tidak menjadi lansia (lanjut usia) terlantar. Selain itu, diperlukan dukungan terhadap mereka yang melakukan perawatan terhadap lansia (lanjut usia), dalam hal ini keluarga inti. Upaya yang dapat dilakukan di antaranya adalah mendorong kegiatan yang melibatkan banyak pihak dalam masyarakat seperti budaya gotong royong. Budaya ini sudah mulai memudar di dalam masyarakat, padahal budaya gotong royong dapat menciptakan rasa saling percaya, toleransi, dan tolong.

Jika budaya ini terus dilestarikan, maka akan memberi banyak manfaat terlebih bagi generasi sandwich. Mereka akan mudah percaya untuk menitipkan anak atau orang tua mereka terhadap tetangga atau masyarakat sekitar, sehingga beban yang ditanggung akan menjadi lebih ringan.

Modal sosial akan lebih bermanfaat terhadap generasi sandwich yang sakit dalam meningkatkan kebahagiaan. Oleh karena itu, kebijakan yang dapat dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan, di antaranya program peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan lingkungan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk berperilaku hidup sehat sehingga tercipta masyarakat yang sehat dan bahagia.

 

* Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB Program Studi Komunikasi Digital dan Media

 

Komentar