Kamis, 18 Juni 2026 | 01:35
COMMUNITY

PeraNU Optimis KH Marzuki Mustamar Jadi Calon Kuat Ketum PBNU di Masa Mendatang

PeraNU Optimis KH Marzuki Mustamar Jadi Calon Kuat Ketum PBNU di Masa Mendatang

ASKARA - Pencopotan KH Marzuki Mustamar dari Ketua PWNU Jawa Timur oleh PBNU merupakan keputusan yang merugikan kalangan nahdliyin.

Pasalnya, KH. Marzuki Mustamar merupakan tokoh yang alim dan bersahaja serta memiliki jiwa kepemimpinan dalam menjalankan roda organisasi.

Ketua umum Pergerakan Aktivis Nahdliyin Nusantara (PeraNU), KH Andi Jamaro Dulung menilai bahwa KH Marzuki merupakan tokoh yang berhasil membangun PWNU Jawa Timur menjadi organisasi yang bagus. Banyak program-program keumatannya berjalan baik.

Menurut Andi Jamaro, pencopotan PBNU terhadap KH Marzuki Mustamar dari kursi Ketua PWNU Jawa Timur justru menguntungkan KH Marzuki. Sebab, nama pengasuh asal Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang tersebut kini menjadi tokoh yang semakin diperbincangkan publik, khususnya warga Nahdliyin di seantero negeri.

Hal ini menjadikan KH Marzuki memiliki daya jual yang tinggi di kalangan jamaah Nahdliyin

"Saya melihat beliau adalah orang alim dan bersahaya, sehingga kalau ada orang alim dipecat, maka ini adalah pertanda, bahwa beliau berpotensi menjadi calon Ketua Umum PBNU pada masa mendatang. Dengan kata lain, bahwa untuk menjadi Ketua umum PBNU, maka KH Marzuki Mustamar harus dipecat dahulu," kata Andi Jamaro usia kegiatan deklarasi dukungan Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) untuk Anies-Muhaimin (AMIN) di Hotel Akasia, Jakarta, Minggu (7/1/2024).

Lebih jauh Mantan Ketua PBNU era KH Hasyim Muzadi ini memberikan contoh secara tersirat, misalnya ada tokoh partai politik yang menjadi menteri, lalu dipecat dan kemudian beberapa tahun kemudian, ia malah menjadi Wakil Presiden.

"Artinya, pemecatan KH Marzuki Mustamar ini merupakan isyarat langit yang positif. Bahwa seseorang itu harus jatuh dulu, kemudian mental ke atas meraih yang lebih tinggi," kata Pria yang akrab disapa Bang AJD tersebut.

Lelaki kelahiran Soppeng, Sulawesi Selatan ini memuji sikap KH Marzuki Mustamar yang tak mau membuat kegaduhan. Bahkan lebih memilih diam dan legowo, serta tak mempersoalkan jabatan. 

"KH Marzuki, selain alim juga memiliki manajemen organisasi bagus, toh terbukti PWNU Jatim dibawah kendalinya, kinerjanya nyata untuk umat. Tak hanya itu, sikapnya yang rendah hati dan tak memberontak  patut dipuji, sekaligus diapresiasi," imbuh mantan Anggota DPR RI.

Sebelumnya, KH. Marzuki Mustamar legowo atas pencopotan dirinya sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama PWNU Jawa Timur (PWNU Jatim).

Kiai Marzuki sapaan akrabnya mengaku telah menerima surat pencopotan dirinya sebagai Ketua PWNU Jatim. ”Saya sebagai kader NU ketika surat itu sudah prosedural, tentu harus diterima. Nggak usah geger-geger atau ramai-ramai,” ucap KH. Marzuki Mustamar di Ponpes Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang, Jumat (29/12/2023).

Dirinya tak mau berandai-andai mengenai penyebab pencopotan dirinya sebagai Ketua PWNU Jawa Timur. Tetapi diakui Kiai Marzuki, seharusnya siapapun bisa mengingatkannya. 

”Tapi kalau misal ada yang salah dari keputusan itu (pencopotan jabatannya), maka siapa pun punya tugas dan kewajiban untuk mengingatkan yang salah. Kami belum bisa berandai-andai karena belum tahu (kabar pencopotan itu benar atau tidak),” jelasnya.

”Kami nggak pernah noyol-noyol (minta-minta). Kami hanya nerimo ing pandum, menerima dawuh. Suruh kerja, kerja. Suruh berhenti, ya, berhenti. Kami nggak pernah minta -minta,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Surat Keputusan PBNU bernomor: 274/PB.01/A.II. 01.44/99/12/2023 beredar di masyarakat. Pada surat itu PBNU memutuskan memberhentikan KH Marzuki Mustamar dari jabatan sebagai Ketua PWNU Jawa Timur.

Komentar