Kamis, 04 Juni 2026 | 05:19
NEWS

Menkominfo Jadi Tersangka Korupsi, NasDem Khawatir Akan Dipolitisasi

Menkominfo Jadi Tersangka Korupsi, NasDem Khawatir Akan Dipolitisasi
Bendum Partai NasDem Ahmad Sahroni

ASKARA – Sekjen DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang juga Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Johnny Gerardus Plate resmi menjadi tersangka dugaan korupsi Base Tranceiver Station (BTS).

Menanggapi hal tersebut, Bendahara Umum (Bendum) Partai NasDem Ahmad Sahroni mengaku, dirinya baru mengetahui hal tersebut dan baru saja ditelepon Ketua Umum Partai NasDem untuk langsung menuju Kantor Pusat DPP di NasDem Tower.

"Baru tahu tadi di dalam. Kita ikuti proses hukum, dan siapapun yang terkait dengan hukum kita taat pada hukum. Saya baru ditelpon Ketua Umum dan langsung ke DPP tinggal tunggu arahan beliau," kata Sahroni kepada para wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/5).

Sahroni pun menepis anggapan penangkapan ini terkait dengan reshuffle kabinet.

"Kalau reshuffle itu kan hak prerogatif Presiden, jadi saya ketemu Ketua Umum dulu, perintah bapak Ketum apa, jadi dengan kondisi ini Ketua Umum pasti menyikapi dengan hal yang sama semua taat pada hukum dan kita tunggu arah dari Ketua Umum," ujar Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini.

Sahroni tak menampik, kasus ini akan mempengaruhi suara NasDem di Pemilu 2024 mendatang.

"Pasti, tapi kita berupaya yang terbaik dalam koridor yang tepat, mudah-mudahan badai berlalu dengan cepat," tutur Sahroni.

Namun, Sahroni tak menampik kasus ini dapat dipolitisasi mengingat tahun ini sudah masuk tahun politik.

"Kalau terkait dengan politik kan memang suasana politik ini kan sangat dinamis, mau menjelang 2024 tapi kan karena yang bersangkutan Pak Johnny Plate diumumkan tersangka tadi oleh kejaksaan, saya rasa ini bukan terkait politik tapi memang latar belakang hukum yang berlaku kepada Johnny Plate sudah ditetapkan. Jadi bukan berarti sekonyong-onyong itu muncul jadi tersangka, kan ada proses yang sudah dilalui beberapa bulan," jelas Sahroni.

Sahroni menegaskan, Johnny pastilah mendapatkan bantuan hukum dari DPP Partai NasDem

"Seperti biasa ya waktu zaman Sekjen Pak Rio (Patrice Capella -red) juga sama kita tetap lakukan sesuatu yang memang menurut Kita akan bantu, kita bantu," ungkap Sahroni.

Lebih lanjut, legislator asal DKI Jakarta ini menyatakan, NasDem legowo apabila ada kadernya yang di-reshuffle sebagai menteri di kabinet pemerintahan.

"Ya legowo tidak apa-apa, itu kan hak prerogatif Presiden. Dari kemarin juga Ketum menyampaikan kalau ada reshuffle tidak apa-apa tidak ada masalah," pungkas Ahmad Sahroni.

Komentar