Minggu, 19 Mei 2024 | 03:31
COMMUNITY

Batal Piala Dunia U-20, Hasto Kristiyanto: GBK Lahir Berkat Menolak Israel

Batal Piala Dunia U-20, Hasto Kristiyanto: GBK Lahir Berkat Menolak Israel
Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto

ASKARA - Federasi Sepak Bola Dunia FIFA telah membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20, dan menyampaikannya kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang datang ke Doha, Qatar pada Rabu (29/3).

Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menegaskan, apa pun keputusan FIFA tentu menjadi pelajaran berharga, dan sikap yang disampaikan PDIP sejak awal tidak pernah menolak Piala Dunia U-20 digelar di Indonesia.

Hasto mengingatkan bahwa yang disuarakan PDIP lebih fundamental, yakni menolak Israel atas dasar kemanusiaan dalam hubungan antarbangsa, serta potensi kerentanan sosial dan politik yang akan ditimbulkan oleh kehadiran Timnas Israel.

“Sikap kami ini sama dengan FIFA ketika mencoret Rusia dari babak playoff Piala Dunia, jadi ada presedennya,” ujar Hasto dalam keterangannya, Kamis (30/3).

Hasto menegaskan, sikap yang disampaikan PDIP memiliki landasan kuat secara konstitusi dan juga historis. Suara menolak kehadiran Israel adalah suara kemanusiaan, bukan kehendak politis.

“Kesadaran sejarah juga harus terus diperkuat. Untuk diingat, Stadion Gelora Bung Karno (GBK) lahir sebagai penolakan terhadap Israel,” lanjutnya.

Hasto juga menuturkan PDIP telah melakukan komunikasi dengan pemerintah sejak Agustus 2022 tentang potensi kerentanan politik dan sosial jika Israel tetap bertanding di Indonesia.

PDIP, jelas Hasto, sudah bertemu dengan Menteri Luar Negeri (Retno Marsudi, red) dan beberapa bulan kemudian dengan Menteri Sekretaris Negara (Pratikno, red).

“Sikap kami muncul setelah Israel dipastikan lolos kualifikasi. Dengan harapan agar bisa dicari solusi yang terbaik, salah satunya dengan memindahkan pertandingan Israel di negara tetangga terdekat. Sehingga U-20 tetap bisa diselenggarakan di Indonesia minus Israel,” lanjut Hasto.

Terakhir, Hasto menyampaikan terimakasih PDI Perjuangan atas upaya pemerintah dan pengurus PSSI saat ini, yang sudah mencoba dengan keras untuk mencari solusi dengan melobby FIFA.

“Tekad kita yang paling penting, adalah membangun kesebelasan sepakbola yang handal lambang supremasi olah raga di luar bulu tangkis. Ini harus menjadi tujuan utama dalam politik olah raga,” tuntas Hasto.

Komentar