Kamis, 09 Februari 2023 | 06:55
OPINI

Bung Karno dan Josip

Bung Karno dan Josip
Anggota TNI dan Polri foto bersama di samping Gereja Katedral Jakarta dengan latar Garuda Pancasila (Dok Yote)

ASKARA - Bung Karno pernah bertanya kepada Presiden Yugoslavia, Josip Broz Tito: "Tuan Tito, jika anda meninggal nanti, bagaimana nasib bangsa anda?"

Dengan bangga, Tito berkata, "Aku memiliki tentara-tentara yang berani dan tangguh untuk melindungi bangsa kami."

Lantas Tito gantian bertanya, "Lalu bagaimana dengan negara anda, sahabatku?"
 

"Aku tidak khawatir, karena aku telah meninggali bangsaku dengan sebuah 'way of life', yaitu Pancasila."

Para ahli sejarah di Serbia mengutarakan antara Indonesia dan Yugoslavia, yang paling berkemungkinan pecah atau mengalami disintegrasi semestinya Indonesia. 

Alasannya, Yugoslavia lebih beruntung, karena wilayahnya tidak terpisah-pisah dan tidak beretnis sebanyak Indonesia. 

Namun, Yugoslavia terpecah menjadi: Serbia, Montenegro, Slovenia, Kroasia, Bosnia Hezergovina, Makedonia, (dan Kosovo). 

Sedangkan, bangsa Indonesia beruntung memiliki Pancasila yang menyatukan penduduknya atas berbagai suku/golongan dan memeluk berbagai agama dan kepercayaan.

"Aku tidak mengatakan aku yang menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi kami tradisi-tradisi kami sendiri dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah..." (Ir. Soekarno).

Salam sehat, berlimpah berkat.
Salam Pancasila.
+ Rm Yos Bintoro, Pr

Komentar