ASKARA - Fenomena penyalahgunaan Narkoba dikalangan pejabat Polri kembali terjadi. Hari ini, Jumat (14/10), Kapolda Jatim Irjen Pol Teddy Minahasa yang baru saja menjabat lebih kurang 4 hari sebagai Kapolda Jatim tertangkap diduga terlibat penyalahgunaan Narkoba.
Mendengar kabar tersebut, membuat Ketua Umum DPP GANA (Gerakan Anti Narkoba Dan Aids) Hj Jihan menggelengkan kepala dan tersenyum di hadapan awak media.
Ketua umum GANA meminta ketegasan Institusi besar Polri,terhadap siapapun yang terlibat dengan Narkoba serta jaringannya dan sindikat perjudian harus segera di pecat dan di pidanakan secepatnya agar ada efek jera.
“Tidak cukup hanya demosi atau mutasi terhadap anggota Polri yang terlibat,kita tunggu langkah tegas Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam membenahi institusi yang di pimpinnya,” tegas Hj. Jihan kepada media, Jumat.
Terlebih, lanjutnya, sudah menjadi pengetahuan umum sesuai fakta dan data,bahwa banyak oknum penegak hukum terlibat dalam peredaran Narkoba.
Pemerintah negara Republik Indonesia sudah mencanangkan program Rencana Aksi Nasional P4GN (Pencegahan,Pemberantasan,Penyalahgunaan,Peredaran Gelap Narkoba) melalui Instruksi Presiden/Inpres nomor 2 tahun 2020.
“Peredaran Narkoba tidak akan pernah surut selama banyak oknum aparat penegak hukum tidak konsisten untuk patuh terhadap hukum negara dan tegas didalam memberantas para bandar dan pengedarnya,” tandasnya.
Sebagaimana dikabarkan, Irjen Teddy Minahasa sendiri diketahui belum lama ini diangkat sebagai Kapolda Jatim berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2134 IX/KEP/2022. Menggantikan posisi Kapolda Jatim sebelumnya yang dijabat oleh Irjen (Pol) Nico Afinta.
Irjen Pol Teddy Minahasa awalnya mulai dikenal publik usai dirinya masuk dalam jajaran pejabat Polri dengan harta terbanyak yang merujuk pada LHKPN.
Kiprah Irjen Teddy di kepolisian bukanlah hanya isapan jempol. Teddy Minahasa berperan dalam pengungkapan banyak kasus besar, seperti pengungkapan jaringan judi online 303 yang menyeret nama mantan Kadiv Propam Mabes Polri Ferdy Sambo yang saat ini tinggal menunggu waktu proses persidangan dan putusan majelis hakim pengadilan Jakarta Selatan.
Kasus jaringan judi online itu berhasil diungkap oleh Irjen Teddy dengan total 124 kasus,dengan jumlah tersangka yang terlibat sebanyak 226 orang.
Irjen Teddy Minahasa yang bernama lengkap Teddy Minahasa Saputra ini merupakan putra daerah kelahiran Minahasa,Sulawesi Utara pada 23 November 1971 silam.
Seperti dikutip dari Sindonews.com, Irjen Teddy Minahasa merupakan mantan Kapolda Sumatera Barat yang baru saja ditunjuk menjadi Kapolda Jatim.
Irjen Teddy Minahasa merupakan mantan ajudan Wapres Jusuf Kalla (JK) yang menjabat Kapolda Sumbar sejak 25 Agustus 2021.
Sejumlah penghargaan pernah diraih Teddy di antaranya Seroja Wibawa Nugraha sebagai lulusan terbaik Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXI-TA 2017 Lemhannas.
Karier di Korps Bhayangkara yang dijalani Teddy terbilang moncer. Jabatan strategis lain yang diembannya, yakni Staf Ahli Wakil Presiden (2017), Karopaminal Divisi Propam Polri (2017), Kapolda Banten (2018), Wakapolda Lampung (2018), serta Staf Ahli Manajemen Kapolri (2019).
Teddy juga memiliki hobi mengendarai motor gede alias moge Harley Davidson. Tak heran, dirinya ditunjuk menjadi Ketua Umum Harley Davidson Club Indonesia periode 2021-2026.
Irjen Pol Teddy Minahasa Putra memiliki harta kekayaan mencapai Rp29,9 miliar versi data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2021. Jenderal bintang dua ini pun disebut-sebut polisi terkaya di Indonesia.
Rincian harta kekayaan Teddy yakni aset tanah dan bangunan Rp25,8 miliar, alat transportasi dan mesin Rp2 miliar, harta bergerak Rp500 juta, surat berharga Rp62,5 juta, dan kas senilai Rp1,5 miliar.