Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:50
NEWS

21 Gunung Api Tipe C Tersebar di Indonesia, Apa Saja?

21 Gunung Api Tipe C Tersebar di Indonesia, Apa Saja?
Peta sebaran gunung berapi di Indonesia (Dok PVMBG)

ASKARA - Indonesia memiliki bentang alam vulkanik yang luas. Selain gunung api yang selama ini dikenal masyarakat, terdapat sejumlah gunung api yang masuk dalam kategori Tipe C dan tersebar di berbagai wilayah.

Berdasarkan daftar yang dihimpun, sedikitnya terdapat 21 gunung api Tipe C yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali-Nusa Tenggara hingga Sulawesi.

Di Sumatera, terdapat enam gunung api Tipe C, yakni Jaboi, Gayo Lesten/Kembar, Helatoba, Marga Bayur/Besar, Pematang Bata/Suwoh dan Ulubelu.

Sementara di Jawa, terdapat lima gunung api yang masuk daftar, yakni Kiaraberes Gagak, Perbakti, Kawah Kamojang, Kawah Manuk dan Kawah Karaha.

Sebaran berikutnya berada di kawasan Bali dan Nusa Tenggara. Enam gunung api Tipe C yang tercatat di wilayah ini adalah Waesano, Poco Leok, Kaldera Sokoria, Ndetu Napi, Riang Kotang dan Batu Kolok.

Adapun di Sulawesi, terdapat lima nama dalam daftar, yaitu Batu Kolok, Tempang, Tampusu, Lahendong dan Sarongsong.

Keberadaan gunung api Tipe C menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik dan jejak kegunungapian di Indonesia tidak hanya berada pada gunung-gunung yang selama ini menjadi perhatian publik. Sejumlah kawasan memiliki karakter vulkanik yang perlu dipahami sebagai bagian dari kondisi geologi Indonesia.

Namun, masyarakat perlu memahami bahwa kategori Tipe C tidak sama dengan status aktivitas gunung api. Penyebutan sebuah gunung sebagai Tipe C tidak otomatis berarti gunung tersebut sedang aktif, mengalami peningkatan aktivitas, atau akan mengalami erupsi.

Informasi mengenai kondisi terkini sebuah gunung api tetap perlu mengacu pada pemantauan lembaga resmi, termasuk informasi mengenai status aktivitas, potensi bahaya dan rekomendasi keselamatan apabila terjadi perubahan aktivitas.

Sebaran 21 gunung api tersebut sekaligus menjadi gambaran betapa eratnya kehidupan masyarakat Indonesia dengan bentang alam vulkanik. Di balik potensi keindahan dan sumber daya alamnya, pemahaman mengenai karakter gunung api menjadi bagian penting dari upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.

Dengan mengenali wilayah dan karakter gunung api di sekitarnya, masyarakat dapat lebih memahami lingkungan tempat tinggalnya sekaligus tidak mudah terpancing informasi yang tidak terverifikasi mengenai aktivitas vulkanik.

 

Editor: Caecilia Eersta