Kamis, 01 Desember 2022 | 00:20
COMMUNITY

Pemkab Sampang Optimalkan Pelayanan ke Warga Disabilitas Melalui Program 1 - 5

Pemkab Sampang Optimalkan Pelayanan ke Warga Disabilitas Melalui Program 1 - 5
Pelayanan terhadap disabilitas di Sampang Madura (Dok

ASKARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Madura terus mengoptimalkan pelayanan terhadap penyandang disabilitas di Kota Bahari, Kamis (29/9).

Hal itu dibuktikan dengan sebuah program yang tengah dijalankan oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) setempat berupa 1 – 5.

Kabid Rehabilitasi Sosial Zainal Mustqin mengatakan bahwa di dalam penerapan program 1 – 5, pihaknya menunjuk 1 orang sebagai tutor untuk membina 5 orang penyandang disabilitas di tiap kecamatan sesuai wilayah kerja masing – masing tutor.

Satu tutor yang dipilih mereka yang mempunyai nasib yang sama sebagai penyandang disabilitas karena mereka yang paling memahami kondisi disabilitas yang lain.

Sehingga, dapat memberikan pembinaan untuk membangkitkan rasa kepercayaan diri diri kaum difabel lain yang kemungkinan besar memiliki rasa minder tinggi.

“Sementara tutor yang ada saat ini, di Kecamatan Torjun, Pangarengan, Omben, Karang Penang, Kedungdung, dan Banyuates,” ujarnya.

Selain itu tutor yang ditunjuk mempunyai tugas membantu memobilisasi penyandang disabilitas yang belum terdata atau tercover bantuan sosial.

Seperti turut membantu melengkapi kepemilikan dokumen kependudukan, mengingat untuk tercatat sebagai penerima manfaat harus memiliki dokumen kependudukan.

“Jadi tugas tutor sebagai jembatan penghubung bagi penyandang disabilitas. Di sisi lain, lambat laun lima orang disabilitas akan memiliki semangat yang sama dengan tutornya, tidak lagi minder,” terang Zainal Mustqin.

Ia menambahkan, untuk melancarkan tugasnya masing-masing, tutor terlebih dahulu akan menerima bekal pelatihan tata cara konseling dengan mendatangkan narasumber psikolog Dari RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang.

“Tutor bukan hanya berkerja begitu saja, tapi juga menerima sedikit honor sebagai transport dalam menjalankan tugas, sebab harus terjun ke lapangan,” tuturnya.

Sementara dalam realisasi program 1 -5, kini pihaknya tengah melakukan monitoring terhadap kinerja para tutor di masing-masing kecamatan.

Terlebih pihaknya ingin melakukan sharing bersama para tutor, dengan tujuan mencari permasalahan di lapangan, sehingga bersama-sama mencari solusi untuk kelancaran program 1 – 5.

“Harapan kami kepada semua tutor terus semangat, walau dengan keterbatasan yang terpenting adalah niat tulus dan ikhlas dalam menjalankan tugas,” tutup Zainal Mustqin. 

Komentar