Minggu, 14 Agustus 2022 | 04:44
COMMUNITY

Mantan Uskup Ruteng Meninggal Dunia

Mantan Uskup Ruteng Meninggal Dunia
Mantan Uskup Ruteng duduk paling kanan (Dok Susana)

ASKARA - Mantan Uskup Ruteng Mgr. Hubertus Leteng dikabarkan meninggal dunia di RS.Carolus Boromeus pada Minggu 31 Juli 2022, pukul 06.00 pagi tadi, setelah dirawat beberapa hari karena sakit.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Vox Point Indonesia, Susana Suryani Sarumaha kepada Askara beberapa saat lalu, Minggu (31/7).

"Kesan saya pada sosok Mgr Hubert, Beliau itu orang sangat baik, sederhana, jujur, polos dan selalu membela orang sekalipun dia akhirnya menjadi korban," kata Susana yang juga Ketua Gekira TTU.

Ditambahkannya, dia "Orang Setia" pada panggilannya, siap untuk menjaga komitmen, dan pada menjelang akhir hidupnya dia memilih hidup sunyi. Dia seorang Theologi Spiritualis.

"Pada suatu pertemuan kami bertiga, waktu itu suami masih menjabat Dirjen Bimas Katolik, Beliau curhat, hanya kami bertiga, dan satu kata yang dia ucapkan, Ini Salib Saya," kenang Susana, istri dari Wakil Bupati TTU, Eusabius Binsasi.

Mgr. Hubertus lahir 1 Januari 1959 di Taga, Kelurahan Golo Dukal, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Mgr. Hubertus Leteng pernah menjadi pembina di Seminari Tinggi Ritapiret sebelum akhirnya ditabiskan menjadi Uskup Ruteng sejak 7 November 2009 hingga pengunduran dirinya diterima pada 11 Oktober 2017.

Mgr. H. Leteng menyelesaikan pendidikan dasar di SDK St Nicolaus, Taga, Manggarai pada tahun 1973. Setelah itu, dia melanjutkan pendidikan ke Seminari St Pius XII, Kisol, Manggarai.

Setelah tamat di seminari pertama pada tahun 1976, dia melanjutkan ke Seminari Menengah St Pius XII, Kisol sampai tamat tahun 1979.

Antara 1982–1984, dia melanjutkan studi filsafat di STFK Ledalero Maumere di Kabupaten Sikka, Pulau Flores bagian tengah.

Setelah menjalankan Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Seminari Pius XII Kisol sampai 1986, ia kemudian melanjutkan studi teologi di Sekolah Tinggi Filasafat Katolik (STFK) Ledalero Maumere sejak 1986 hingga 1988.

Mantan Uskup Hubertus Leteng ditahbiskan menjadi seorang imam diosesan Keuskupan Ruteng pada 29 Juli 1988 di Gelora Samador, Maumere.

Hubertus kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Teresianum Roma antara tahun 1992 hingga 1996, dan setelah itu kembali ke Indonesia menjadi staf pengajar di STF Ledalero Maumere. Sejak 2009, dia menjadi Praeses di Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret.

Mgr. Hubertus Leteng ditunjuk oleh Paus Benediktus XVI menjadi Uskup Ruteng pada 7 November 2009, menggantikan Mgr. Eduardus Sangsun, S.V.D. yang meninggal dunia pada 13 Oktober 2008, setelah hampir dua dekade menjalankan karya kegembalaan di keuskupan tersebut sejak 1985.

Ia memilih moto “Kamu Semua Adalah Saudara”.

Uskup Maumere, Gerulfus Kherubim Pareira, S.V.D. menjadi Penahbis Utama, dengan Penahbis Pendamping adalah Uskup Agung Ende, Vincentius Sensi Potokota dan Uskup Manokwari-Sorong, Datus Hilarion Lega.

Penahbisan berlangsung pada 14 April 2010 di Lapangan Motang Rua, yang berlokasi di jantung Kota Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai.

Pada 22 Februari 2014, Leteng menjadi Penahbis Pendamping bagi Mgr. Paskalis Bruno Syukur, O.F.M. ketika ditahbiskan menjadi Uskup Bogor.

Komentar