Kamis, 04 Juni 2026 | 09:05
NEWS

ICK Harap Tim Khusus Hadirkan Saksi Mahkota untuk Usut Baku Tembak di Rumah Kadiv Propam Polri

ICK Harap Tim Khusus Hadirkan Saksi Mahkota untuk Usut Baku Tembak di Rumah Kadiv Propam Polri
Ketua Presidium ICK, Gardi Gazarin (Dok Istimewa)

ASKARA - Indonesia Cinta Kamtibmas (ICK) mengapresiasi pembentukan tim khusus untuk mengusut insiden baku tembak antara dua pengawal Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri (Kadiv Propam Polri), Irjen Ferdy Sambo, Jumat (8/7). 

ICK berharap, tim penyelidik menindaklanjuti pemeriksaan pelaku hingga saksi mahkota tanpa ada yang ditutup-tutupi hingga diakhir penyidikan terang benderang dan tidak menjadi fitnah.

"Untuk itu, saksi mahkota yang disinyalir langsung di lokasi kejadian ikhwal terjadinya baku tembak kembali diperiksa tim khusus dan dibuka secara profesional dan presisi, hingga pasca pembunuhan itu tidak menjadi fitnah berkepanjangan," ungkap Ketua Presidium ICK, Gardi Gazarin dalam keterangan tertulis, Rabu (13/7). 

Kata Gardi, penyidik harus memegang teguh independensi untuk mendukung konsistensi penegakkan hukum. 

Insiden penembakan antar oknum aparat seragam coklat kategori kasus pembunuhan menonjol ini, kata Gardi, masuk dalam kategori tragedi kriminal tahun 2022 dan telah menodai citra HUT ke-76 Korps Bhayangkara. 

Apalagi, akhir-akhir ini Polri berlomba-lomba menaikkan rating kinerja. Di sisi lain, Polri kerap mendapat apresiasi dan prestasi berbagai bidang terkait penegakan Kamtibmas.

"Polri sebagai ujung tombak Kamtibmas NKRI wajib dijaga dan ditingkatkan karya tugas di lapangan yang selalu dibanggakan masyarakat dalam situasi saat ini menjadi andalan penegakan hukum," ujar Gardi.

"Seyogyanya penembakan ini tentu ada penyebab utamanya, harus dibuka ke publik sesuai fakta, termasuk menguak dugaan pelecehan yang memicu terjadi baku penembakan," imbuhnya. 

"Selain independen tim forensik periksa visum kondisi luka hingga balistik senjata api masing masing pengawal yang terlibat apa standar Polri termasuk sejauhmana CCTV setempat yang dapat digunakan diantara bukti terjadinya peristiwa tersebut," lanjut Gardi.

Gardi mengatakan, ke depan proses perekrutan ajudan dan pengawal petinggi Polri perlu lebih selektif.

"Proses rekruitmen baik ajudan dan pengawal petinggi Polri perlu ditingkatkan seperti test psikologi, hingga tidak terjadi aksi ceroboh, dendam bahkan pengkhianatan menyangkut situasi kondisi yang sewaktu-waktu ada ancaman Kamtibmas tidak boleh diabaikan," pungkas Gardi. 

Berdasar catatan ICK, baku tembak antara anggota polisi sebelumnya juga terjadi terhadap Bripda D, anggota Polres Wonogiri, Polda Jawa Tengah. 
Bribda D terluka dan dilarikan ke RS Al Hidayah Boyolali dan dipindah ke RS Moewardi di Solo. Penembakan diduga dilakukan personel Resmob Polresta Surakarta di Makamhaji, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, pada Selasa (19/4).

Penembakan juga terjadi di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Anggota Polres Lombok Timur, Briptu Hairul Tamimi (26) tewas ditembak oleh rekannya sesama polisi, Bripka MN (38). 

Korban ditemukan tewas di rumahnya di Griya Pesona Madani, Kecamatan Selong, Lombok Timur, sekira pukul 15.15 WITA, Senin (25/10/2021).

Komentar