Senin, 08 Juni 2026 | 20:32
NEWS

Dahsyatnya Doa Nabi Yunus yang Mudah Diijabah, Bantu Keluar dari Cobaan Berat

Dahsyatnya Doa Nabi Yunus yang Mudah Diijabah, Bantu Keluar dari Cobaan Berat
Ilustrasi berdoa (Freepik)

ASKARA - Memanjatkan doa dan berserah diri menjadi kunci saat umat muslim menghadapi cobaan dan meminta pertolongan kepada kepada Allah SWT. 

Salah satu doa yang mudah diijabah Allah SWT adalah doa Nabi Yunus alahi salam.

Nabi Yunus alahi salam pernah menghadapi cobaan berat, yakni ditelan ikan paus. Selama berada di dalam perut ikan paus, Nabi Yunus tak henti-hentinya memanjatkan doa.

Kisah Nabi Yunus di dalam perut ikan paus tersebut diabadikan di Al-Qur'an, bahwa yakinlah seberat apapun persoalan yang dihadapi seseorang pasti akan ada di jalan keluarnya.

"Kita bisa jadi pernah menghadapi masalah yang begitu berat hingga semuanya terasa gelap, seolah tidak ada jalan keluarnya. Jika dipikirkan masalah itu malah bikin napas menjadi sesak," ujar Ustaz Adi Hidayat (UAH) dalam ceramahnya yang diunggah channel Ruang Renung di YouTube, dikutip Selasa (21/6).

Cobaan yang dialami umat Islam, kata UAH, tidak lebih berat dengan yang dialami Nabi Yunus saat berada di perut ikan paus selama 40 hari. 

"Bisa dibayangkan bagaimana rasanya di dalam perut ikan paus, gelap pasti ya. Bukan hanya sesak napas, tetapi justru sulit bernapas iya," ujarnya. 

Namun, seperti yang ditertulis dalam Al-Qur'an, Nabi Yunus mengamalkan doa yang sungguh dahsyat selama 40 hari tanpa putus hingga akhirnya mengeluarkannya dari perut ikan paus.

Doa Nabi Yunus tersebut yakni: 

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

“Lailaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin".

Artinya:

"Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim".

UAH menyarankan agar doa Nabi Yunus diamalkan di waktu yang benar-benar mustajab untuk berdoa, yaitu di waktu sahar. Waktunya sekitar 30 menit sebelum azan Subuh berkumandang.

Doa Nabi Yunus merupakan bentuk pengakuan manusia atas dosa-dosa yang dilakukan serta mengakui kekuatan Allah SWT sebagai Tuhan yang Maha Esa. 

Di dalam doa tersebut, terdapat tiga keistimewaan yakni pengakuan tauhid serta percaya akan keagungan Allah SWT, pengakuan atas dosa yang dilakukan dan
permohonan ampun kepada Allah SWT.

Keistimewaan ini membuat Doa Nabi Yunus diabadikan dalam ayat Al Quran.

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88

Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah Termasuk orang-orang yang zalim.” Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al Anbiya’: 87-88).

Selain memiliki keistimewaan, doa Nabi Yunus alahi salam juga dikenal sangat diijabah Allah SWT. Rasulullah SAW mengungkapkan betapa hebatnya doa Nabi Yunus ini dalam sabdanya yang berbunyi sebagai berikut.

دَعْوَةُ ذِى النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِى بَطْنِ الْحُوتِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ. فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِى شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: “Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin”. (Artinya: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau (ya Allah), Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk di antara orang-orang yang berbuat zalim/aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah, melainkan Allah kabulkan baginya.” (H.R. At-Tirmidzi).

Komentar