Minggu, 07 Juni 2026 | 11:35
NEWS

Jokowi Dikabarkan Bakal Ganti Menteri, PAN Belum Dikabari Tapi Siap Jika Dipercaya

Jokowi Dikabarkan Bakal Ganti Menteri, PAN Belum Dikabari Tapi Siap Jika Dipercaya
Eddy Soeparno (Dok fraksipan.com)

ASKARA - Presiden Joko Widodo dikabarkan akan melakukan perombakan kabinet alias reshuffle kabinet Indonesia Maju pada Rabu (15/6). 

Terkait hal itu, Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno menyebut parpolnya tidak bisa mengonfirmasi tentang kabar tersebut. 

Terlebih lagi, PAN dikabarkan akan mendapat jatah masing-masing satu kursi menteri dan wamen dari rencana reshuffle kabinet itu. 

Kata Eddy, partainya sampai saat ini belum menerima informasi apa pun tentang reshuffle kabinet.

"Belum ada pemberitahuan secara resmi kepada PAN," kata Eddy, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/6). 

Menurut Eddy, pihaknya menghormati Jokowi sebagai pejabat yang berwenang mereshuffle Kabinet Indonesia Maju. Lantaran itu, PAN tidak akan lebih jauh mengulik tentang rencana reshuffle.

"Kedaulatan sepenuhnya untuk melakukan reshuffle itu ada di tangan presiden, sehingga kami dalam hal ini adalah pihak yang tentu menghormati hak prerogatif tersebut," ucap Eddy. 

Namun, kata wakil ketua Komisi VII, PAN pada prinsipnya siap apabila Jokowi memercayakan kursi di kabinet kepada kader dari parpol berwarna kebesaran biru itu.

Menurut dia, Ketum PAN Zulkifli Hasan yang nantinya menunjuk kader untuk menjadi menteri, apabila Jokowi memberi jatah kepada parpol yang terbentuk pada 1998 itu masuk kabinet.

"Kalau di parpol, di PAN, hak untuk menempatkan kadernya nanti di eksekutif atau di tempat mana pun ada di tangan Ketum, Bang Zulhas (Zulkifli Hasan, red) dalam hal ini," ungkap dia. 

Sebelumnya, Ketua Dewan Pakar PAN Drajad Wibowo meyebut belakangan ini muncul kabar di kalangan elite politik yang mengungkap Presiden Jokowi bakal mereshuffle kabinet pada Rabu (15/6) besok. 

"Spekulasi sekarang ini bahkan menyebut akan ada nama besar yang diberhentikan dari kabinet yang mungkin akan memicu efek domino politik nasional," kata mantan Direktur INDEF itu melalui keterangan persnya, Minggu (12/6). 

Drajad juga menyebut kabar di lingkaran elite politik mengatakan PAN akan mendapat jatah satu menteri dan wamen dari spekulasi reshuffle Rabu besok. 

"Nama Ketum PAN Bang Zul (Zulkifli Hasan, red) juga sering disebut akan masuk kabinet kembali," ujar dia. 

Namun, kata alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) itu, dia biasanya mendapat kabar dari kolega di internal Jokowi apabila kepala negara mau menggelar aksi politik seperti reshuffle. 

Dari spekulasi reshuffle Rabu besok, Drajad mengaku belum menerima kabar apa pun dari koeganya di lingkaran kepala negara.

"Per hari ini sahabat tersebut belum memberi informasi terkait reshuffle," ungkap Drajad. (jpnn)

 

Komentar