Rabu, 06 Juli 2022 | 14:27
COMMUNITY

Kisah Nyata Ulama Muda Indonesia, Muhammad Saihul Basyir Lulus Berkat Alquran

Kisah Nyata Ulama Muda Indonesia, Muhammad Saihul Basyir Lulus Berkat Alquran
Muhammad Saihul Basyir

ASKARA - Kisah bermuatan hikmah ini asalnya dari seorang ulama muda, Muhammad Saihul Basyir, putra dari mantan anggota DPR-RI Fraksi PKS, (alm) Ustadz Mutammimul 'Ula dan Ustadzah Wirianingsih, yang hafizh Qur'an 30 juz di usia kelas 6 SD dan saat ini telah menghafalkan ribuan Hadits.

Saihul Basyir lewat akun Instagram pribadinya ig @basyiirun, menuturkan, saat itu tahun keempat perkuliahan dirinya di kedokteran. “Saat semua mahasiswa fokus total persiapan ujian akhir, tinggalkan semua kesibukan. Tapi saya masih sibuk setoran qiraat kepada masyayikh,” tulisnya, dikutip Senin (23/5).

“Setoran saya tidak selesai satu dua tahun. Namun bertahun-tahun. 7 tahun, 10 tahun. Bersama para guru alim besar, pelajari seluk beluk ilmu dan kehidupan, sangat nikmat,” sambungnya.

Saihul Basyir mengaku masih di Madinah dan sebulan lagi ujian. Dia belajar bareng di grup kelompok belajar sebisanya. Lalu pergi habis maghrib setoran qiraat ke Syekh Ali Hudzaifi.

Teman-temannya menahan, “Tunda saja setoranmu, ini mau ujian! Ujian paling sulit! Sini aja sampai selesai, baru nanti setoran.”

Saihul Basyir jawab, “Tidak,” mereka bilang, “Oke kalau gitu pergi sana, jangan bolak balik, ganggu fokus belajar”

 “Jika Alquran jadi sebab kegagalan ujian nanti, maka saya bangga dengan itu. Tapi itu mustahil. Alquran tidak mungkin jadi penyebab apa pun kecuali kesuksesan dan kelulusan, kalian akan lihat,” ucapnya.

Sementara itu, jadwal ngaji Saihul Basyir habis subuh dan maghrib. Begitu terus. Tidak berubah. Sampai hari ujian tiba.

Dua hari sebelum ujian, Saihul Basyir datangi Syekh Ali Hudzaifi, saya bilang, “Ya Syekhi, besok kami ujian akhir di Jeddah. Ujian kelulusan. Saya izin absen hingga lusa. Minta do’anya.” “Silahkan. Moga Allah beri taufik,” jawab beliau.

Pagi-pagi Saihul Basyir datangi Raudhah. Solat dua rakaat. Berdoa. Lalu berangkat. Sampai Jeddah, persiapan sehari. Besoknya ujian. Selesai ujian, langsung balik ke Madinah. “Lanjut setoran sambil nunggu hasil ujian. Tapi karena disibukkan ngaji, saya tidak sempat cari tau,” tuturnya.

Tiba-tiba kawan telepon. Dia tanya, “Abdullah, gimana hasil ujianmu?” Saya jawab, “Saya tidak tau.” Dia bilang, “Kamu bercanda,” “Demi Allah saya tidak tau hasil ujian saya.”

Dia menyeru, “Hasilnya tidak ada yang lulus kecuali satu orang. Dan orang itu adalah kamu!”

Masyaallah! Inikah berkah Alquran?  Karena kalau ukurannya belajar mengulang materi perkuliahan, pengakuan Saihul Basyir, dirinya yang paling sedikit mengulang materi kuliah.

Dia tidak percaya, “Enggak mungkin!” Tapi ia sudah pastikan, “Sungguh! Hasilnya tidak ada yang lulus kecuali kamu. Kamu satu-satunya yang lulus!”  Akhirnya, Saihul Basyir buktikan kalau saya lulus berkat Alquran.

Komentar