Minggu, 07 Juni 2026 | 23:34
COMMUNITY

Ghosun Iron Camp Didorong Jadi Pusat Pembinaan Atlet dan Karakter Generasi Muda

Ghosun Iron Camp Didorong Jadi Pusat Pembinaan Atlet dan Karakter Generasi Muda
Tokoh masyarakat Kelurahan Setu, Iky, saat berkunjung ke Ghosun Iron Camp (Dok Askara)

ASKARA - Keberadaan Ghosun Iron Camp di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, mendapat apresiasi dari masyarakat sebagai sarana pembinaan olahraga sekaligus pengembangan karakter generasi muda. Pusat latihan tinju tersebut dinilai berpotensi menjadi wadah positif bagi pelajar untuk menyalurkan bakat, meningkatkan kedisiplinan, dan menjauhkan diri dari berbagai pengaruh negatif.

Dengan banyaknya sekolah tingkat SMP dan SMA di Kecamatan Setu, baik negeri maupun swasta, peluang pengembangan atlet usia muda dinilai sangat besar. Karena itu, berbagai pihak mendorong adanya sinergi antara sekolah, masyarakat, dan pengelola pusat latihan olahraga agar pembinaan dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Tokoh masyarakat Kelurahan Setu, Iky, mengatakan olahraga merupakan salah satu media paling efektif dalam membentuk karakter anak muda. Selain meningkatkan kesehatan fisik, olahraga juga mengajarkan nilai-nilai disiplin, kerja keras, sportivitas, dan tanggung jawab.

“Generasi muda perlu memiliki ruang untuk berkembang melalui kegiatan yang positif. Olahraga dapat menjadi sarana membangun mental yang kuat sekaligus menyalurkan energi dan potensi mereka secara sehat,” ujarnya saat berkunjung ke Ghosun Iron Camp, Minggu (7/6/2026).

Meningkatnya minat remaja terhadap olahraga tinju dan kebugaran menjadi peluang bagi Ghosun Iron Camp untuk berperan lebih besar dalam mencetak atlet muda berbakat. Karena itu, sejumlah kalangan mendorong agar program pembinaan yang ada diperkenalkan lebih luas kepada sekolah-sekolah di wilayah Setu dan sekitarnya.

Kolaborasi dengan pihak sekolah, khususnya guru olahraga, dinilai dapat membuka peluang menjadikan latihan tinju dan kebugaran sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan minat dan bakat siswa.

Selain dukungan sekolah, keterlibatan pemerintah daerah, pemerintah desa, serta organisasi olahraga juga dianggap penting untuk menciptakan ekosistem pembinaan atlet usia dini yang kuat dan berkelanjutan.

Pemilik Ghosun Iron Camp, Susanto, S.H., menyatakan pihaknya siap menjalin kerja sama dengan berbagai pihak demi mendukung pembinaan generasi muda melalui olahraga.

“Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan sekolah maupun komunitas. Tujuan kami bukan hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga membentuk generasi muda yang disiplin, sehat, percaya diri, dan memiliki semangat positif dalam kehidupan,” ujarnya.

Keberadaan Ghosun Iron Camp juga mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Mereka menilai fasilitas olahraga yang aktif dan mudah diakses masyarakat dapat menjadi aset berharga dalam menciptakan lingkungan yang sehat, produktif, dan kondusif bagi perkembangan anak-anak dan remaja.

Melalui kolaborasi antara masyarakat, sekolah, pemerintah, dan pelaku olahraga, pembinaan atlet muda di Kecamatan Setu diharapkan semakin berkembang. Upaya tersebut tidak hanya berpotensi melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga memperkuat pembangunan karakter generasi muda sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan Kabupaten Bekasi.

 

Komentar