Minggu, 14 Agustus 2022 | 04:07
NEWS

Peringatan Dini BMKG, Gelombang Tingg Terjadi di Wilayah Ini Pada 21-22 Mei

Peringatan Dini BMKG, Gelombang Tingg Terjadi di Wilayah Ini Pada 21-22 Mei
Ilustrasi gelombang tinggi (Dok Istimewa)

ASKARA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan potensi peringatan dini gelombang tinggi yang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 21-22 Mei 2022.

Berdasar data BMKG, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Timur-Selatan dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot.

Sedangkan, pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur-Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan utara Sabang, perairan selatan Banten, dan Laut Arafuru," ungkap Plt Deputi Klimatologi BMKG, Urip Haryoko dalam keterangannya, Sabtu (21/5). 

Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1.25-2.5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka, Laut Jawa bagian timur, Selat Makassar bagian Selatan, Laut Bali, Selat Bali-Lombok-Alas bagian Selatan, perairan Selatan Bali-Pulau Sumba, Selat Sumba bagian barat, perairan Pulau Sawu, Laut Sawu, perairan Kupang-Pulau Rotte, Samudra Hindia Selatan NTT.
 
Kemudian, di Laut Sumbawa, perairan Kepulauan Selayar - Kepulauan Sabalana, perairan Baubau - Wakatobi, Laut Flores, perairan Manui - Kendari, Teluk Tolo, perairan selatan Kep. Banggai - Kep. Sula, Laut Banda, perairan Pulau Buru - Pulau Ambon - Pulau Seram, Laut Seram, perairan Kepulauan Sermata - Kepulauan Tanimbar, perairan Kepulauan Kai - Kepulauan Aru, Laut Arafuru.

Selanjutnya, gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2.5 - 4.0 meter berpeluang terjadi di perairan utara Sabang, perairan barat Aceh , perairan barat Pulau Simelue - Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu - Barat Lampung, Samudra Hindia Barat Sumatra, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten - Jawa Timur, Samudra Hindia Selatan Banten - NTB.
 
"Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran," kata Urip.

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter), Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter), Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter), dan kapal ukuran besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter).

"Untuk masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," tandas Urip.

Komentar