Kamis, 04 Juni 2026 | 06:12
NEWS

Relawan Jokowi Tuding Menkes Budi Gunadi Bagian dari Mafia Vaksin

Relawan Jokowi Tuding Menkes Budi Gunadi Bagian dari Mafia Vaksin
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin (Dok Istimewa)

ASKARA - Lingkaran pendukung Jokowi, kian runyam. Setelah kader PDIP Masinton Pasaribu menuding Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, kini giliran Immanuel Ebenezer menuding Menteri Kesehatan Budi Gunadi, bagian dari mafia vaksinasi Covid-19.

"Ya memang dia pemainnya (Budi Gunadi), bagaimana. Dia punya peran besar dalam mencopot jabatan Dr. Terawan. Sudah banyak ngawurnya,” ungkap Noel, panggilan akrab relawan Jokowi Mania (Joman) itu mengutip poskota.co.id. 

Menurut Noel, adanya mafia vaksin bukanlah isapan jempol belaka. Pasalnya itu sudah terlihat sangat jelas. 

Noel turut menyesalkan tidak ada seorang pun yang dijerat hukum. Padahal, anggaran negara untuk program vaksin sangat besar dan dihambur-hamburkan.

“Soal mafia vaksin itu bukan dugaan, emang bener kok. Faktanya sampai detik ini tidak ada satupun yang ditangkap. Tidak ada satu pun yang dijerat hukum, (padahal) jelas-jelas merugikan negara gitu loh. Pertama kita lihat berapa banyak duit atau anggaran negara terserap dalam penanganan vaksin dan duitnya itu dihambur-hamburkan,” kata Noel.

Noel mengatakan, pembiayaan untuk vaksinasi Covid-19 dijadikan alat bancakan oleh garong dan maling. 

“Pertanggung jawabannya tidak ada sampai detik ini. Dan itu kan jadi alat pesta pora dari garong-garong dan maling-maling. Jadi ga pakai dugaan,” sesal Noel.

Aktivis 98 ini juga meminta Presiden Joko Widodo segera me-reshuffle menteri-menteri yang dinilai memiliki peran dalam adanya mafia-mafia yang merugikan negara saat ini.

“Kan dia sudah tahu, itu di sekitarnya banyak garong-garong. Menteri-menteri yang garong-garong itu ada tiga pilihan. Dia ditangkap oleh penegak hukum, mengundurkan diri atau di-reshuffle begitu saja," tegas Noel.

Noel menilai, dengan putusan Mahkamah Agung (MA) sudah seharusnya pemerintah tidak lagi bermain-main dan harus hadir menyediakan vaksin halal bagi masyarakat. 

"Saya rasa pemerintah harus mengikuti keputusan Mahkamah Agung (MA), Jadi negara harus benar-benar hadir jangan main-main," tandasnya.

Sebelumnya, Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Effendi Simbolon membeberkan, pencalonan eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sebagai Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Spanyol didorong oleh sindikat mafia vaksin dan alat-alat kesehatan Covid-19.

Effendi menerangkan, bahwa sindikat mafia vaksin dan alat-alat kesehatan itu berada di sekitar lingkungan kekuasaan saat ini.

Menurutnya, mereka merasa terganggu selama Terawan menjabat sebagai menteri kesehatan.
Selain itu, Terawan belakangan menginisiasi pembuatan Vaksin Nusantara selepas dicopot dari jabatannya sebagai menteri kesehatan.

Ini pasti ada Indikator kuat pihak yang berkepentingan dalam rangka perdagangan vaksin, alat-alat kesehatan. Terawan ini kan orang baik-baik, orang lurus-lurus. Dia bikin Vaksin Nusantara saja enggak boleh itu,” kata Effendi, mengutip Bisnis, Jumat (21/5). 

Hanya saja, Effendi enggan memerinci, kelompok mafia vaksin dan alat-alat kesehatan yang dimaksud. Akan tetapi, dia berdalih ekosistem bisnis vaksin dan alat-alat kesehatan selama pandemi ini relatif menggiurkan.

“Iya lah, triliunan. Sebanyak 380 juta dosis bayangkan! Dikali lima dolar saja untungnya bayangin. Ini kelompoknya di sekitar kekuasaan ini, di lingkaran pemerintah misalnya yang bermain,” kata dia.

Ihwal mafia vaksin dan alat-alat kesehatan itu, Effendi mengatakan, klaim itu lambat laun bakal terbukti.

“Benarlah, nanti juga semua terbongkar itu. Kita lihat saja bagaimana karut-marutnya dalam rangka pengadaan vaksin dan alat kesehatan itu,” tuturnya.

Komentar