Rabu, 06 Juli 2022 | 13:42
OPINI

Perjalanan Nero Yang Penuh Dengan Darah

Perjalanan Nero Yang Penuh Dengan Darah

Oleh: Mang Ucup *)

Terlampir gambar ketika Nero sedang menikmati Candle Lights Dinner. Namun bukannya dengan lilin melainkan dengan obor manusia yang yang diikat dan dijadikan kayu bakar. Sebelumnya itu mereka di celupkan terlebih dahulu ke dalam minyak.

Ketika dilahirkan Nero diberi nama Lucius Dominitus Ahenobarbus. Ayahnya meninggal dunia ketika ia berusia tiga tahun. Ibunya menikah lagi ketika ia berusia 11 tahun dengan Kaisar Klaudius. Oleh ayah tirinya ia diberi nama baru Nero Klaudius Drusus Germanikus.

Apakah Nero sudah sejak lahir begitu sadis? Tidak! Bahkan ketika Nero baru menjabat sebagai Kaisar. Nero merasa sedih ketika harus menanda tangani surat keputusan hukuman mati . Saya merasa menyesal kenapa saya belajar menulis, sehingga harus menulis perintah seperti ini!

Nero naik tahta sebelum ia berusia 17 tahun. Mirip seperti Justin Bieber yang pada awalnya juga masih lugu. Namun setelah Nero mendapat kekuasaan ia berubah menjadi sadis dan jahat. Hanya untuk mempertahankan kekuasaannya. Nero berubah dari Domba menjadi Singa yang kelaparan !

Nero bisa naik tahta menjadi Kaisar, karena bantuan ibu kandungnya Agrippina. Dimana ia menikahkan Nero dengan putri kandungnya Klaudius atau saudari tirinya sendiri. Pada saat itu Oktavia yang baru berusia 13 tahun.

Dengan demikian Agrippina bisa menghapus kedudukan Britannicus yang tadinya putra mahkota, dan mengangkat Nero sebagai penggantinya. Setelah dari segi keturunan Agrippina merasa aman. Agrippina meracuni suaminya sendiri Kaisar Klaudius dengan racun. Dengan demikian Nero bisa segera naik tahta jadi Kaisar.

Empat bulan kemudian setelah Nero naik tahta. Nero membunuh adik tirinya Britanicus yang pada saat itu belum juga mencapai usia 14 tahun. Maklum Nero merasa khawatir kedudukannya diambil alih oleh adiknya.

Namun Nero merasa tetap tidak nyaman akan kehadiran ibu kandungnya Aggripina. Maka beberapa tahun kemudian Ibu kandungnya juga turut menyusul dibunuh oleh Nero. Nero menceraikan Oktavia agar bisa menikah dengan Poppaea istri simpanannya Nero yang pada saat itu telah dihamili oleh Nero. Setelah Nero membunuh ibu kandungnya sendiri.

Nero dikritik oleh Poppaea secara halus masa ibu kandung sendiri di bunuh. Hanya sekedar rasa takut direbut tahtanya. Nero tidak bisa terima kritikan ini. Akhirnya Poppaea ditendang berkali-kali di perutnya oleh Nero hingga ia meninggal beserta bayi dalam kandungannya.

Kritikan yang serupa dilakukan juga oleh Seneca guru yang mengasuh dan mendidik Nero dengan penuh rasa kasih dari sejak ia kecil. Hal ini yang membuat Nero merasa sungkan untuk membunuh gurunya sendiri. Oleh sebab itulah Nero menuntut dan memerintahkan agar Seneca segera bunuh diri dihadapan matanya.Dengan terpaksa perintah itu dilaksanakan.

Hanya sekedar demi kekuasaan. Nero telah membunuh ibu kandung, saudara kandung maupun istri berikut anak yang berada dalam kandungannya. Begitu juga guru dan orang tua asuhnya dari sejak kecil.

Setelah kota Roma terbakar. Nero merasa ketakutan dituduh sebagai penyebab utama dari kebakaran ini. Untuk ini Nero menyalahkan umat Kristen yang pada saat itu baru saja tumbuh dan menyebar luas di Roma.

Akibatnya ribuan umat kristen di bunuh secara sadis oleh Nero. Mulai dari di penggal sampai dengan disalib.Dimana antaranya adalah Rasul Petrus yang meninggal di salib secara tebalik maupun Rasul Paulus yang mati dipenggal.

Disamping itu demi menghibur rakyat Rumawi. Nero mengadakan pertunjukan dimana para umat Kristen dijadikan santapan binatang buas. Entah wanita maupun anak-anak mereka dibungkus dengan kulit binatang agar bisa segera diterkam dan dicabik-cabik oleh binatang buas sebagai santapan mereka.

Nero sangat menikmati pertunjukkan, dimana manusia merasa ketakutan ataupun menggerang dan menjerit kesakitan. Oleh sebab itulah pula setiap malam sambil santap makan malam di Tamannya. Ia menyalakan obor api. Namun bukannya dari kayu melainkan dari tubuh manusia hidup. Dimana mereka sebelumnya dicelupkan ke dalam minyak untuk dibakar! Namun beberapa tahun kemudian penduduk Rumawi berontak.

Setelah kota Roma kejangkitan penyakit Pes yang menelan ribuan jiwa. Mereka menilai bahwa Nero sebagai penyebab utamanya. Maklum Nero sudah dibenci oleh para Dewa.Jadi harus disingkirkan. Akhirnya Nero dibunuh.Namun hingga akhir hayatnya Nero merasa tidak pernah bersalah. Bahkan Nero menyalahkan mereka yang mau membunuhnya.

Nero menilai mereka tidak bisa menghargai sang Seniman jenius seperti Nero yang telah begitu berjasa bagi penduduk Rumawi maupun umat manusia sepanjang masa.

Begitu juga dengan Hitler yang telah membunuh hampir tujuh juta umat manusia. Hitler juga tidak pernah merasa bersalah sedikit pun juga atas kelakuannya. Apakah salah apabila Hitler ingin melakukan sweeping menyingkirkan umat kafir seperti Yahudi di kolong langit ini ? Saya yakin tidak!

Bagaimana menurut pendapat Bro dan Sista ? Maturnuwun.

*) Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar