Petisi Save Terawan dan Organisasi Baru Wadah Para Dokter Selain IDI
ASKARA - Rekomendasi yang disampaikan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait pemecatan dokter Terawan dari keanggotaan secara permanen panen kecaman.
Bagaimana tidak, dokter Terawan telah berjasa menyembuhkan sedikitnya seratus dua puluh ribu orang pasien melalui metode Digital Subtraction Angiography (DSA).
Dokter Terawan juga merupakan satu-satunya anak bangsa yang mengembangkan vaksin Covid-19 karya anak bangsa yang mampu melawan semua varian Covid-19 melalui Vaksin Nusantara.
Kecaman terhadap organisasi masyarakat (ormas) IDI terus mengemuka. Banyak yang berpandangan agar dibuat wadah baru profesi dokter.
Hal itu terlihat dalam poling yang diunggah di situs polingkita.com dengan pertanyaan "Apakah perlu didirikan organisasi dokter Indonesia? Agar tidak tunggal dan bisa memberikan manfaat baik buat anggota nya para dokter?".
Hasilnya, seperti dilihat Askara pada Rabu (30/3) pukul 08.45 WIB sebanyak 79,3 persen atau 970 suara menjawab perlu dibentuk wadah baru untuk para dokter di Tanah Air.
Sementara, hanya 20,7 persen atau 253 suara yang menjawab tidak perlu dibuat wadah baru.
Sementara itu website change.org juga muncul petisi yang berisi Save dr Terawan dari sanksi pemecatan.
Pantauan Askara, petisi yang dibuat seorang bernama Mirna Lestasi tersebut telah ditandatangani sebanyak 50.716 orang.

Komentar