Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:54
NEWS

Dua Prajurit Marinir Gugur Diserang KKB, KSAL Langsung Keluarkan Perintah

Dua Prajurit Marinir Gugur Diserang KKB, KSAL Langsung Keluarkan Perintah
KSAL, Laksamana Yudo Margono (Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden-Puspen TNI)

ASKARA - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Yudo Margono langsung mengeluarkan perintah merespons gugurnya dua prajurit dari Korps Marinir usai diserang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Pos Militer Satgas Mupe Yonif Marinir-33 di Kabupaten Nduga, Papua, pada Sabtu (26/3).

KSAL memerintahkan anak buahnya mengibarkan bendera setengah tiang selama tiga hari berturut-turut.

Pengibaran bendera setengah tiang itu berlangsung mulai Senin sampai Rabu (28-30/3) di seluruh markas dan pos TNI Angkatan Laut. 

Diketahui, dua orang prajurit Marinir gugur dalam insiden itu. Keduanya yakni Letda Muhammad Ikbal dan Pratu Wilson Anderson Here. 

Dalam keterangan Dinas Penerangan TNI AL, KSAL juga memerintahkan jajarannya menggelar Salat Gaib dan doa bersama untuk dua prajurit Korps Marinir TNI AL yang gugur itu.

“TNI Angkatan Laut dan masyarakat Papua berduka akibat gugurnya dua prajurit Marinir terbaik yang selalu dekat dan membantu masyarakat sekitarnya,” demikian siaran pers Dinas Penerangan TNI AL.

KKB yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang Satuan Tugas Muara dan Pesisir (Satgas Mupe) Yonif 3 Korps Marinir TNI AL yang berjaga di Pos Quary Bawah, Distrik Kenyam, Nduga, Papua, Sabtu. 

Penyerang melontarkan granat dari dua arah, yaitu dari belakang pasar dan arah Sungai Alguru sekitar pukul 17.00 WIT.

Prajurit Korps Marinir TNI AL sebanyak 35 orang pun balas menembak dan mengejar pelaku penyerangan. 

Komandan Satuan Tugas kemudian memerintahkan dua Tim Trisula, yang dipimpin masing-masing oleh Kapten Mar Ari Mahendra dan Letda Mar Pujo Pratikno untuk membantu pasukan di Pos Quary Bawah.

Akibat insiden itu, Letda Muhammad Ikbal dan Pratu Wilson tewas, sementara dua lainnya dalam keadaan kritis, dan enam prajurit lainnya luka ringan. 

Prajurit yang dalam keadaan kritis, yaitu Serda Mar Rendi Febriansyah dan Serda Mar Ebit Erisman. 

Enam lainnya yang luka-luka, yaitu Serda Mar Bayu Pratama, Pratu Mar Rahmad Sulman, Prada Mar La Harmin, dan Prada Mar Alif Dwi Putra. 

Para korban dijadwalkan dievakuasi ke Timika menggunakan helikopter, tetapi jadwal penerbangan menyesuaikan kondisi cuaca, terang Dinas Penerangan TNI AL.

“Kehangatan hubungan yang harmonis di masyarakat Nduga saat ini terganggu dengan situasi (serangan) ini,” kata Dinas Penerangan TNI AL. 

Sejauh ini, motif serangan masih didalami oleh aparat. Pihak KKB kemungkinan mendapatkan alat pelontar granat saat menyerang Satgas Yonif 700, sementara granatnya diduga rampasan dari Satgas Yonif 300. 

Pos Quary Bawah Satgas Mupe Yon 3 Mar, yang dijaga oleh 35 personel, berlokasi kurang lebih 1 kilometer dari Polres Nduga.

Di samping menjaga wilayah, prajurit TNI AL di Pos Quary Bawah rutin menggelar kegiatan bakti sosial, di antaranya memberi pelayanan kesehatan, pendidikan, lomba-lomba, serta mendukung kegiatan adat, dan agama. (ant/jpnn)

Komentar