Takhayul Dalam Sepak Bola, Kenapa Para Pemain Bola Sering Meludah?
Oleh: Mang Ucup *)
Meludah dilapangan ini sudah merupakan satu ciri khas yang hampir dilakukan dalam setiap pertandingan bola nasional maupun internasional. Walaupun kita semuanya mengetahui bahwa meludah itu selainnya suatu kebiasaan jorok.
Juga tidak higienis dan merupakan contoh yang jelek bagi para anak muda. Lucunya kebiasaan ini hanya terjadi pada saat pertandingan sepak bola saja. Namun tidak pernah terjadi pada saat main basket, bulu tangkis, voleyball maupun handball.
Kalau binatang Lama yang mempunyai kebiasaan meludah. Hal ini sudah memang dari sononya, jadi kita bisa mengerti. Namun bagi para selibritis bola; entah itu Beckham ataupun Beckenbauer mereka sering meludah pada saat main bola. Hal ini sukar bisa diterima. Hanya sayangnya pada saat ini belum ada statistic.
Apakah orang Bule lebih jorok dari pada orang Asia/Afrika dalam soal ludah meludah? Konon orang meludah pada saat bermain bola itu sebenarnya untuk menghilangkan rasa stress.
Tidak bisa dipungkiri, bahwa permainan sepak bola adalah permainan yang kasar dan keras. Jadi saling sikut-menyikut ataupun saling menjegal satu dengan yang lain sudah merupakan sesuatu kebiasaan yang lazim dilakukan. Namun kebalikannya mereka tidak diperkenankan saling mencaci maki; apalagi sampai meludahi sang lawan!
Oleh sebab itulah semua kekesalan yang dilakukan oleh pihak lawan harus ditelan bulat secara begitu saja. Tanpa bisa ngomong apapun juga. Mungkin apabila sudah meluber hingga naik ke ubun-ubun.
Maka satu-satunya cara penyaluran rasa stress tersebut dengan meludahkan seluruh kekesalannya keluar! Hal ini mungkin banyak benarnya lihat saja warga Tiongkok.
Dimana rakyatnya tidak diperkenankan protest ataupun ngomong atas kekesalan terhadap pemerintahnya. Maka jalan satu-satunya untuk meluapkan kekesalannya dengan cara meludah. Hal inilah yang menyebabkan, kebanyakan orang Tionghoa lebih sering meludah dibandingkan dengan penduduk dunia lainnya.
Sergio Javier Goycochea mantan kiper atau penjaga gawang kelas dunia dari kesebelasan nasional Argentinia, yang sering kali dapat menyelamatkan timnya pada saat penalty.
Ia memiliki satu rahasia ataupun kepercayaan. Dimana ia selalu berusaha untuk mengencingi gawang lawan sebelumnya pertandingan dimulai. Apabila ia berhasil mengencingi gawang lawan, maka ia yakin timnya bisa menang.
Kebiasan aneh juga yang dilakukan oleh Maradona yang pada saat ini menjadi pelatih dari tim Nasional Argentina. Apabila ia melakukan perjalanan keluar dari negaranya.
Entah kemanapun juga; ia selalu mengenakan dua arloji, satu ditangan kiri dan satu ditangan kanan. Konon ia melakukan ini agar selalu bisa mengetahui jam di negaranya. Apakah mungkin ia mengalami kesulitan dalam soal menghitung jam?
Kita juga sering melihat dimana para pemain sebelumnya pertandingan dimulai dengan melakukan "Tanda Salib Kecil" dalam bahasa Latin = Signum Crusis dengan cara menyentuh dahi, bibir, dan dada dengan ibu jari yang digerakkan membentuk salib kecil.
Oleh sebab itulah juga saya yakin pada saat Pertandingan Bola Eropa sekarang ini; Tuhan banyak dibuat repot oleh bermacam-macam permohonan doa. Agar tim paforitnya bisa dimenangkan.
Hanya menurut segi pandang mang Ucup, permohonan doa seperti itu akan dianggap seperti angin lalu saja alias Gone With the Wind. Maklum satu permohonan doa yang sia-sia saja.
Masalahnya apabila Tuhan mengabulkan permohonan doa tersebut. Maka dalam hal ini Tuhan sudah berlaku tidak adil terhadap tim lawannya. Oleh sebab itulah percuma saja Mang Ucup berdoa memohon agar Tim Jerman bisa dimenangkan jadi Juara Eropa. Masalahnya hal ini pasti tidak akan dikabulkan.
*) Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar