60 Ribu ASN Klaster Pertama Disiapkan Pindah ke IKN Nusantara
ASKARA - Sebanyak 60 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) akan menjadi klaster pertama dipindahkan ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo mengatakan, dari jumlah tersebut termasuk di dalamnya TNI dan Polri.
"Mereka yang ditunjuk untuk pindah ke IKN adalah ASN yang profesional, ASN yang setia dan taat kepada Pancasila, UUD Negara RI, NKRI dan kemajemukan bangsa," ujar Tjahjo Kumolo melalui keterangan resmi, Sabtu (12/3).
Tjahjo juga meminta Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) membantu pemerintah mempersiapkan perpindahan ribuan ASN tersebut ke IKN Nusantara.
Rencananya, ASN klaster pertama tersebut akan dipindah ke Kalimantan Timur 2023 mendayang.
Sebelumnya, Tjahjo mewajibkan para ASN yang terpilih untuk pindah ke IKN Nusantara. Para ASN tersebut tidak boleh menolak jika terpilih untuk pindah ke Ibu Kota baru di Kalimantan.
"ASN tidak bisa minta pindah ke daerah dengan alasan tidak mau pindah ke ibu kota baru. Walaupun sekarang belum diputuskan berapa yang akan dipindah dari kementerian/lembaga pusat namun jika sudah diputuskan maka hukumnya adalah wajib," tegasnya.
Sementara itu, Deputi bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB, Alex Denni menyampaikan, pihaknya sedang mempersiapkan skenario pemindahan para ASN ke Ibu Kota baru.
Skenario itu, kata Alex, meliputi rencana ASN yang akan dipindah beserta keluarganya (suami/istri dan anak).
Tak hanya itu, tunjangan tambahan di luar gaji yang diterima oleh ASN yang pindah juga sedang dimatangkan. Kemudian kesiapan infrastruktur hunian maupun sarana prasarana yang memadai dan mencukupi bagi para ASN tersebut.
"Hal-hal tersebut yang perlu dibahas dan disinkronkan dengan berbagai instansi terkait dengan rencana skenario pemindahan ASN ke IKN Nusantara," kata dia.

Komentar