Kamis, 04 Juni 2026 | 10:23
NEWS

Harga Kelapa Sawit Terus Naik, Ini Penyebabnya

Harga Kelapa Sawit Terus Naik, Ini Penyebabnya
Kelapa Sawit (Dok ebtke.esdm.go.id)

ASKARA - Peningkatan harga sawit di Kabupaten Aceh Utara terus terjadi dalam sepekan terakhir. 

Harga kelapa sawit di wilayah itu bahkan mencapai hingga Rp3.100 per kilogram.

Menurut Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Aceh Utara, Kastabuna naiknya harga kelapa sawit dipicu tingginya permintaan dan harga minyak sawit mentah. 

"Harga TBS sawit di tingkat pengepul naik Rp200 per kilogram menjadi Rp3.100 per kilogram dalam sepekan terakhir dari harga sebelumnya yang bertahan pada Rp2.900 per kilogram," ungkap Kastabuna di Lhokseumawe, Jumat (4/3).

Selanjutnya, harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat pabrik berada di kisaran Rp3.210 per kilogram.

Sementara itu, harga CPO atau minyak mentah saat ini mencapai Rp16.900 per kilogram. 

"Meskipun harga sawit saat ini naik, namun kenaikan tersebut masih belum sebanding dengan meroketnya harga minyak mentah sawit dunia," kata Kastabuna.

Kastabuna berharap, pemerintah dapat mengatur kenaikan harga minyak mentah sawit sebagai salah satu variabel penentu besaran harga TBS.

"Dengan tingginya harga CPO, semestinya harga sawit saat ini bisa mencapai Rp3.500 per kilogram. Ini harus menjadi catatan pemerintah agar dapat mengontrol penetapan harga TBS kelapa sawit," ujar Kastabuna. 

Dikatakan Kastabuna, perkebunan kelapa sawit milik petani di Aceh Utara mencapai 18 ribu hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 8.000 hektare di antaranya perlu diremajakan.

Adapun kecamatan di Aceh Utara yang menjadi sentral produksi kelapa sawit yakni Kecamatan Langkahan, Baktya, Simpang Keramat, Geureudong Pase, Cot Girek, Lhoksukon, Nisam, Kuta Makmur, Sawang dan Meurah Mulia.

"Rata-rata produksi kelapa sawit di Aceh Utara sekitar 300 ribu ton per tahun. Untuk lahan produktif sekitar 220 ribu ton per tahun dan lahan tidak produktif sekitar 80 ribu ton per tahun," tandasnya.(ant/jpnn)

Komentar