Kamis, 04 Juni 2026 | 07:02
NEWS

Kabar Baik, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Berkurang Signifikan

Kabar Baik, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Berkurang Signifikan
Ilustrasi Pasien Corona (Istimewa)

ASKARA - Kasus aktif Covid-19 di Jakarta mulai berkurang signifikan per Kamis kemarin (17/2) dengan jumlah pasien sembuh mencapai 8.185 orang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengungkapkan jumlah pasien yang masih menjalani perawatan atau isolasi mandiri.

"Jumlah kasus aktif kini sebanyak 80.764 (orang yang masih dirawat/isolasi)," ujar Dwi Oktavia dalam keterangannya, Jumat (18/2). 

Namun demikian, Dwi tetap mengimbau agar masyarakat tetap mewaspadai penularan varian Omicron. 

Dia menyarankan upaya 3T terus digalakkan, selain vaksinasi yang juga masih berlangsung dengan cakupan yang lebih luas.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat pada Kamis (17/2) dilakukan tes PCR sebanyak 81.880 spesimen. 

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 58.034 orang dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 8.536 positif dan 49.498 negatif.

Selain itu, dilakukan tes antigen sebanyak 50.974 orang, dengan hasil 7.026 positif dan 43.948 negatif. Hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.

"Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 1.008.870 dengan tingkat kesembuhan 91,4 persen, dan total 14.255 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,3 persen. Sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,9 persen," jelasnya.

Dwi menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen). Artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.

"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 372.964 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 868.689 per sejuta penduduk," sebutnya.

Pada kesempatan yang sama, Dwi juga melaporkan kasus positivity rate atau persentase kasus positif dalam sepekan di bawah angka 12 persen.

"Untuk positivity rate sepekan terakhir di Jakarta sebesar 11,8 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,9 persen. WHO menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen," pungkasnya.

Komentar