Kamis, 04 Juni 2026 | 12:01
NEWS

Edy Mulyadi Mangkir Panggilan Polisi, Alasan Ada Halangan hingga Tak Sesuai KUHAP

Edy Mulyadi Mangkir Panggilan Polisi, Alasan Ada Halangan hingga Tak Sesuai KUHAP
Edy Mulyadi diduga hina kalimantan (Dok tangkapan layar)

ASKARA - Edy Mulyadi mangkir dari panggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dengan dalih pemanggilan tak sesuai dengan prosedur.

Edy hanya diwakili tim kuasa hukumnya yang mengantarkan surat permintaan penundaan pemeriksaan.

"Kami dari tim kuasa hukum Edy Mulyadi, hari ini beliau dipanggil tepatnya jam 10, kebetulan pak Edy Mulyadi tidak bisa hadir hari ini, ada halangan, jadi kami hari ini hanya mengantarkan surat untuk penundaan pemeriksaan kepada Mabes Polri," ungkap Herman Kadir, kuasa hukum Edy di Bareskrim Polri, Jumat (28/1).

Ketua Umum Tim Pembela Aqidah Islam (TPAI) itu mengatakan, salah satu alasan ketidakhadiran Edy adalah karena pihaknya menilai proses pemanggilan yang tidak sesuai dengan KUHAP.

"Jadi kan itu minimal harus tiga hari, ini baru dua hari sudah ada pemanggilan, intinya itu sudah tidak sesuai dengan KUHAP. Kami minta itu diperbaiki lagi surat pemanggilan," kata dia. 

Herman juga mengklaim Edy bakal hadir dalam agenda pemeriksaan selanjutnya jika nantinya telah dijadwalkan oleh penyidik.

"Insya Allah hadir panggilan kedua," ucapnya.

Untuk diketahui, kasus ini berkaitan dengan pernyataan Edy Mulyadi dalam video terkait pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Selain itu, Edy juga menyindir Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Ia menyebut bahwa Ketua Umum Partai Gerindra itu sebagai macan yang jadi mengeong.

Pernyataan Edy pun menjadi viral di media sosial. Ia pun dilaporkan ke Polda Sulawesi Utara (Sulut) oleh Kader Partai Gerindra.

Tak hanya itu, Edy turut menyebut bahwa wilayah Kaltim sebagai tempat 'jin buang anak' sehingga menjadi aneh apabila ibu kota negara dipindahkan ke wilayah tersebut. 

Dia juga menyebut bahwa segmentasi orang-orang di Kaltim adalah 'kuntilanak' hingga 'genderuwo'.

Komentar