Ini Penyebab Kecelakaan Maut di Balikpapan Menurut Kemenhub
ASKARA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan temuan sementara dari investigasi kecelakaan maut yang melibatkan sebuah truk di Balikpapan pada Jumat (21/1) lalu.
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi mengatakan, saat ini Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih terus melakukan investigasi kecelakaan tersebut.
"Dari hasil temuan sementara, adanya tambahan rear over hang (ROH) dan perubahan konfigurasi sumbu ban dari 1-1 menjadi 1-2-2 pada truk tersebut," jelas Budi dalam keterangannya, dikutip Senin (24/1).
Dikatakan Budi, temuan tersebut menunjukkan ketidaksesuaian dengan spesifikasi asli kendaraan.
Budi juga memastikan saat ini Kemenhub masih berkoordinasi dengan KNKT dan pihak kepolisian, lantaran penyebab pastinya masih dalam tahap investigasi.
Budi meminta kerja sama peran dari para pengusaha truk dan pemilik kendaraan logistik untuk mengutamakan aspek keselamatan. Selain itu, pengusaha juga harus menghindari muatan dan dimensi yang berlebih.
"Kejadian ini tentu berkaitan dengan Over Dimension Over Loading (ODOL) maka itu rencana ke depan mobil yang bermuatan berat akan dialihkan atau dilakukan transfer muatan untuk dibawa ke pelabuhan dengan kendaraan yang lebih kecil," imbuhnya.
Selain itu, juga diwacanakan akan diterapkan pembatasan operasional kendaraan barang yang pada pukul 22.00 WITA hingga 05.00 WITA yang mengacu pada peraturan Wali Kota Balikpapan.
Diketahui, sebanyak 4 orang korban meninggal dunia akibat kecelakaan maut yang diakibatkan truk tronton, di simpang Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur pada Jumat (21/1) pagi.
Jumlah tersebut diralat polisi yang menyebutkan kecelakaan itu mengakibatkan lima orang meninggal dunia.
"Meninggal dunia 4 orang," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (21/1).
Dikatakan Dedi, dalam insiden itu tercatat satu orang masih mendapat perawatan karena sedang kritis. Kemudian, kata dia, ada 21 orang lain yang mengalami luka-luka.
"Kritis 1 orang, luka berat 4 orang, luka ringan 17 orang," kata dia.
Dalam insiden itu, truk tronton dengan nomor polisi KT-8534-AJ semula melaju dari arah Jalan Pulau Balang Km 13, Karang Joang, Balikpapan Utara dengan mengangkut 20 ton kapur pembersih air. Barang itu tersimpan dalam 20 kontainer yang diangkut oleh truk.
Muatan itu hendak diantar ke Kampung Baru Balikpapan Barat. Menurut Dedi, sopir truk sempat mengurangi porsneling dari 4 ke tiga di depan Rajawali Foto km 0,5 jalur tersebut.

Komentar