Senin, 17 Januari 2022 | 13:32
NEWS

Hewan Besar Muncul dan Berenang Dekati Bibir Pantai Sebelum Gempa Banten

Hewan Besar Muncul dan Berenang Dekati Bibir Pantai Sebelum Gempa Banten
Pantai Citepus (Dok Tribunnews)

ASKARA - Beberapa jam sebelum bencana gempa bumi magnitudo 6,6 mengguncang wilayah Banten, seekor Geger Lintang atau Hiu Paus atau juga Hiu Bentang muncul berenang mendekati bibir Pantai Citepus Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (14/1). 

Hiu Paus itu disebut sempat berenang mendekati bibir Pantai Citepus, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu. 

“Kemunculannya sekitar pukul 10.00 WIB dan beberapa wisatawan sempat memotret dan merekamnya dengan handphone dan kebetulan saya juga berada di lokasi," ujar Petugas Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Asep Saepulloh, Jumat (14/1).

Dikatakan Asep, warga di Palabuhanratu menyebut Geger Lintang ini dengan sebutan Hiu Bentang. 

Meski berukuran besar tetapi tidak menyerang manusia. Kemungkinan Hiu Bentang mendekati bibir pantai karena sedang menyantap ikan-ikan kecil atau plankton.

Walaupun demikian, Asep tidak mau mengaitkan kemunculan Geger Lintang ini dengan kejadian gempa bumi yang berpusat di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten pada pukul 16.05 WIB.

Ia menganggap kemunculan hiu bernama ilmiah Rhincodon typus tengah mencari makan. Namun, harus diakui Hiu Bentang sangat jarang melintas di Pantai Citepus dan sekitarnya apalagi sampai mendekati bibir pantai.

"Kaitan kemunculan Hiu Bentang dengan kejadian gempa saya kurang paham dan saya menganggap hiu tersebut tengah makan yang kemungkinan sumber pakannya sedang banyak di sekitar bibir Pantai Citepus," kata dia.

Asep mengatakan saat Hiu Bentang ini muncul ke permukaan laut kondisi pantai saat itu sedang sepi pengunjung dan hanya terlihat beberapa wisatawan saja. 

Namun, ia tetap memberikan imbauan untuk menjauhi pantai dan tidak mendekat hewan yang terancam punah ini. Walaupun tidak memangsa atau menyerang orang, tetapi tetap berbahaya karena kebiasan dari ekor maupun siripnya yang berukuran besar bisa melukai manusia.

Kemunculannya memang tidak lama, tetapi tetap menjadi daya tarik bagi wisatawan maka dari itu, ia mengimbau agar wisatawan tidak nekat atau penasaran untuk mendekatinya.(ant/jpnn)

Komentar