Rabu, 17 Juni 2026 | 23:22
NEWS

Positif Omicron Tembus di Atas 500 Kasus, Kemenkes: Cenderung Meningkat

Positif Omicron Tembus di Atas 500 Kasus, Kemenkes: Cenderung Meningkat
Ilustrasi varian Omicron (Dok Pixabay)

ASKARA - Positif Covid-19 varian Omicron di Indonesia bertambah 92 menjadi 506 kasus usai per 10 Januari yang mayoritas berasal dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).

"Jika dilihat dari perkembangannya, konfirmasi Omicron cenderung mengalami peningkatan," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menukil laman resmi Kemenkes, Rabu (12/1).

Disebutkan, dari 506 kasus Omicron tersebut, 415 di antaranya berasal dari PPLN dan 84 berasal dari transmisi lokal di masyarakat.

Dikatakan Nadia, peningkatan kasus Omicron didapatkan dari tes S Gene Target Failure (SGTF) yang kemudian divalidasi menggunakan Whole Genome Sequences (WGS).

"Dari pemeriksaan SGTF, kasus probable Omicron pada PPLN cenderung meningkat. Hasil WGS juga menunjukkan proporsi varian Omicron yang mulai mendominasi," jelas Nadia.

Walaupun karakteristik varian Omicron lebih cepat menular, mayoritas kasus Omicron tidak menunjukkan gejala atau memiliki gejala ringan. 

Sebagian besar tidak membutuhkan perawatan yang serius di rumah sakit dan bisa menjalani isolasi di rumah dengan pemantauan.

Saat ini, Kemenkes sudah menjalin kerja sama dengan 17 platform telemedicine dan start up bidang logistik serta Kimia Farma. Kerja sama dilakukan karena pemerintah akan fokus memberikan pelayanan pada pasien Omicron di rumah.

Kemenkes juga telah menyiapkan setidaknya 400 ribu pil Molnupiravir untuk terapi pasien Covid-19 gejala ringan.

"Kami bekerja sama dengan 17 platform telemedicine untuk memberikan jasa konsultasi dokter dan jasa pengiriman obat secara gratis bagi pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi di rumah," tandasnya.

Komentar