Seorang dari 4 Pasien Terduga Terjangkit Omicron di Kabupaten Malang Meninggal Dunia
ASKARA - Seorang dari empat pasien Covid-19 yang terindikasi terinfeksi varian Omicron asal Kabupaten Malang dikabarkan meninggal dunia, Rabu (29/12) kemarin.
"Pasien yang bersangkutan masih diambil sampelnya untuk diuji di laboratorium di Universitas Airlangga (Unair) dan hingga saat ini sepertinya hasil lab-nya belum keluar,” ujar Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, pada Kamis (30/12)
Dikatakan Didik, berdasarkan laporan yang diterima, pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan ke luar kota yang cukup padat dan riwayat penyakit penyerta atau komorbid yang bisa juga menjadi penyebab kematian pasien yang bersangkutan.
"Hingga kini masih diteliti. Sehingga penyebab kematiannya entah ada hubungannya dengan Covid-19 atau karena komorbid. Kami masih menunggu hasil dari Unair. Semoga hasilnya negatif atau bukan varian omicron,” harap Didik.
Berdasarkan data dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, jumlah kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Malang per Selasa (28/12) menjadi yang tertinggi se-Jawa Timur dengan 19 kasus aktif positif Covid-19.
Untuk itu pergerakan Covid-19 di Kabupaten Malang juga masih perlu diwaspadai.
"Untuk yang 19 orang (kasus aktif) ini, harus segera ada tracing dan testing. Kemudian bagi yang bergejala, sedianya masuk di ruang isolasi. Dan yang tidak bergejala, bisa diisolasi mandiri," terang Didik.
Guna mengantisipasi masuk dan berkembangnya varian Omicron, Didik menekankan optimalisasi pelayanan fasilitas kesehatan di Kabupaten Malang dalam merawat pasien Covid-19 dan memerintahkan jajarannya agar rutin melakukan pelacakan dan tes Covid-19 kepada warga yang memiliki intesitas bepergian cukup tinggi dari berbagai kota.

Komentar