Gerindra Sarankan Edy Rahmayadi Minta Maaf Telah Jewer Pelatih Biliar di Depan Banyak Orang
ASKARA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman menyarankan Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi meminta maaf telah menjewer pelatih biliar di depan banyak orang.
“Saran saya beliau minta maaf saja, agar tidak ada yang merasa disakiti dan dipermalukan,” kata Habiburokhman kepada wartawan, Rabu (29/12).
Dikatakan Habiburokhman, Edy mungkin bermaksud baik. Namun caranya belum pas karena dilakukan dalam forum terbuka.
“Kalau di ruang internal dan tertutup, boleh saja kita, pemimpin bersikap keras kepada anak buah dalam konteks edukasi dan melatih disiplin. Tetapi itu kan di ruang terbuka, dan juga si pelatih biliar juga bukan anak buah langsung, jadi nggak bisa diperlakukan demikian,” ujarnya.
Diketahui, aksi Edy Rahmayadi ini menjadi sorotan karena aksinya menjewer seorang pelatih biliar di depan banyak orang.
Pelatih biliar yang diketahui bernama Coki Aritonang tersebut dijewer di atas podium oleh Edy Rahmayadi.
Insiden tersebut terjadi pada Senin (28/12), saat acara penyerahan bonus kepada para atlet dan pelatih yang berprestasi di PON XX di Rumah Dinas Gubernur Sumut.
Tak pelak, momen yang terekam kamera tersebut kini viral di media sosial.
Berdasar informasi, saat itu Edy tengah memberikan sambutan. Hampir semua orang di ruangan itu bertepuk tangan saat Edy menyampaikan kalimatnya.
Namun, mata Edy menangkap Coki yang tidak bertepuk tangan dan memanggilnya ke atas podium.
Sesampainya di atas podium, Coki lantas dijewer Edy di depan orang di ruangan itu. Orang yang hadir menyaksikan hal itu pun tertawa.
"Berdiri yang benar kau, sontoloyo!" hardik Edy.
Mendengar kata itu, Coki pun langsung turun dari podium tanpa pamit kepada Edy yang berdiri di sampingnya.
"Udah, pulang. Tak usah dipanggil lagi dia," kata Edy, menyaksikan Coki pergi meninggalkan ruangan.
Menyusul insiden itu, Coki dianggap sedang tidur saat Edy menyampaikan kata sambutan sehingga ia dipanggil naik ke atas. Coki membantah anggapan tersebut.
"Saya tidak ada tidur," kata Coki kepada wartawan.
Coki memang mengakui dirinya tidak memberi tepuk tangan saat Edy berbicara. Karena baginya, tidak ada hal yang patut ditepuktangani dari perkataan Edy.
Saat itu Edy mengatakan, 'Kalian, kalau setelah nanti Sumatera Utara ini jaya, kalau kalian mau ambil, ambil!'.
"Apa yang mau ditepuktangani dari kalimatnya itu?" sebut Coki.
Coki mengaku, dirinya tersinggung mendengar perkataan Edy yang mengucapkan kata 'Sontoloyo' usai menjewernya.
"Kalau dijewernya, okelah wajar, Mungkin kayak orang tua ke anak," ucapnya.
Selain itu, Coki juga membantah bahwa cabang olahraga biliar Sumut tidak memberikan prestasi sama sekali saat PON XX. Dia bilang, cabor biliar menyumbang 5 perak dan 7 perunggu meskipun tidak berhasil meraih emas. Prestasi itu bahkan berhasil diraih dengan fasilitas seadanya.
Setelah apa yang dilakukannya viral, Edy pun memberikan penjelasan. Ia mengaku menjewer Coki karena kasih sayang.
"Jewer kasih sayang itu namanya," katanya kepada wartawan, Selasa siang (28/12).
Menurut Edy, saat itu ia melihat Coki tidak bergairah dan hal itu menurutnya tidak patut ditunjukkan oleh seorang pelatih.
"Yang lain semangat kasih tepuk tangan. Dia cuma bersandar di situ (tempat duduk), kayak seolah-olah tidak ada di situ. Lebih baik dia keluar," kata Edy.

Komentar