Puluhan Anggota KKB Menyerahkan Diri, Akui Telah Salah Jalan Ingin Merdeka
ASKARA - Puluhan anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari Kampung Ambaidiru, Distrik Kosiwo, Kabupaten Yapen, Papua, menyerahkan diri ke Polres Yapen, Sabtu (18/12).
Kepala Humas Satgas Nemangkawi, Kombes Ahmad Mustafa Kamal berharap semakin banyak anggota KKB yang kembali ke pangkuan Tanah Air dan tidak terjadi lagi kekerasan yang meresahkan masyarakat.
"Sehingga kondisi kondusif, kita bisa konsentrasi membangun daerah dengan meningkatkan SDM maupun sarana-prasarana untuk mendukung kehidupan masyarakat untuk menciptakan kemakmuran," ujar Kamal dalam keterangan tertulis, Minggu (19/12).
Salah satu anggota KKB Ambaidiru yang menyerahkan diri mengaku telah salah memilih jalan. Mereka pun memutuskan untuk kembali ke NKRI guna mewujudkan persatuan Republik Indonesia.
"Bapak Kepala Polres sudah sampaikan kita tidak perlu lagi merdeka, kami semua sudah sepakat untuk mengantarkan diri ke sini dan mengaku kesalahan-kesalahan kami, oleh karena itu sekarang kami mau kembali dan bersatu bersama-sama dalam memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.
Sementara, Komandan Kodim 1709/Yawa, Letnan Kolonel Infantri Catur P Nugroho mengatakan, keberadaan TNI dan polisi bukan untuk menakut-nakuti masyarakat Kepulauan Yapen.
Sesuai petunjuk panglima TNI, kata dia, aparat keamanan bertugas menyadarkan warga Papua yang memiliki ideologi berseberangan, dan memberikan pemahanan bahwa semua adalah NKRI.
Pihak TNI-Polri, tambah Catur, ingin bersama-sama memajukan pembangunan di Kepulauan Yapen.
"Jadi tidak ada lagi yang berpikir bahwa Papua itu akan merdeka, kami sangat bangga dan senang kerja sama antara TNI dan Polri yang ada di wilayah sehingga rekan-rekan kita ini, adik-adik saya dapat dengan kesadaran yang cukup tinggi mau kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi Negara Kesatuan Republik Indonesia," tandasnya.

Komentar