Senin, 08 Juni 2026 | 05:13
NEWS

Analisa Potensi Kemenangan Duet Ganjar-Puan di Pilpres 2024

Analisa Potensi Kemenangan Duet Ganjar-Puan di Pilpres 2024
Duet Ganjar-Puan (Dok Istimewa)

ASKARA - Mantan Ketua Umum Laskar Jokowi, Mochtar Mohamad menyampaikan beberapa indikator mengukur potensi keistimewaan duet Ganjar Pranowo-Puan Maharani dalam kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

Pertama, Ganjar Pranowo adalah kader ideologis Bung Karno, sementara Puan Maharani merupakan kader ideologis sekaligus kader niologis Bung Karno. 

Kedua, pada pilpres 2024, ambang batas presidensial threshold, hanya PDI Perjuangan yang mampu mengusung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden sendiri. Ketiga, pada Pemilu 2024, pemilihan presiden akan bersamaan dengan pemilihan legislatif.

“Efek ekor 'jas partai' yang mengusung kader sebagai calon presiden atau wakil presiden akan berpengaruh terhadap perolehan suara dan kursi di legislatif dan pilkada,” ujar Mochtar Mohamad, Jumat (17/12). 

Sementara, indikator keempat, pasangan Ganjar-Puan akan menciptakan kesolidan dari PDI Perjuangan. Kekuatan kelompok Soekarnois di luar PDI Perjuangan juga akan menyatu dalam pasangan ini.

Kelima, pasangan Ganjar-Puan akan menjamin keberlangsungan estafet kepemimpinan Jokowi pada pemerintahan ke depan yang sudah terbukti keberhasilannya saat ini. Keenam, dalam hasil survei terakhir, PDI Perjuangan mengungguli partai-partai lain di kisaran angka 25 persen.

“Artinya PDI Perjuangan sudah memiliki modal dasar untuk memenangi pilpres, ditambah dengan partai-partai lain yang tidak mengusung kadernya di pilpres,” terangnya.

Indikator ketujuh, lanjut Mochtar Mohamad, Ganjar Pranowo mewakili Jawa dan Puan Maharani mewakili Sumatra, artinya telah mencakup 70 persen pemilih di Indonesia.

Delapan, Ganjar-Puan berasal dari universitas terbaik di Indonesia. Ganjar Pranowo merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) dan Puan Maharani merupakan Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia.

Sembilan, Ganjar-Puan sangat berpengalaman di eksekutif maupun legislatif. Ganjar Pranowo merupakan mantan anggota DPR-RI dan berhasil dalam 2 Periode menjadi Gubernur Jawa Tengah. Sementara Puan Maharani berpengalaman sebagai Menteri Koordinator PMK dan di DPR-RI hingga mencapai pucuk pimpinan.

Sepuluh, Ganjar Pranowo sangat dekat dengan kelompok Islam, seperti Nahdlatul Ulama (NU). Istrinya bahkan cucu dari KH Hisyam Abdul Karim, Ulama Besar dari Kalijaran, Purbalingga.

“Sementara garis keturunan dari Puan Maharani merupakan cucu dari proklamator bangsa, yaitu Bung Karno dan cucu dari Tjik Agus Kiemas, ayah H Muhammad Taufik Kiemas, yang merupakan tokoh Masyumi di Sumatra,” jelasnya.

Menurut Mochtar, Ganjar Pranowo berpotensi menarik preferensi pemilih partai yang tidak memiliki calon presiden sendiri. Munculnya nama Ganjar Pranowo yang akan diklaim oleh banyak partai menjadi magnet bagi para swing voters.

“Jasa ayah Puan Maharani, H Muhammad Taufik Kemas menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh NU dan Muhammadiyah sangat terasa. Ditandai dengan berdirinya Baitul Muslimin dan serta para tokoh nasional yang belajar mengenai kebangsaan di kebagusan sebelum era reformasi,” tuturnya.

Dalam tradisi PDI Perjuangan, apabila memasangkan pasangan sesama kader partai akan membangkitkan semangat juang kader dalam meraih kemenangan.

“Tradisi tersebut sudah terbukti di Pilkada Provinsi Bali, kemudian Sulawesi Utara yang mengusung Olly Dondokambey dan Steven Kandow. Pilkada di Jawa Barat juga menghasilkan beberapa daerah yang berasal dari sesama kader PDI Perjuangan, seperti Cirebon, Majalengka, Kuningan dan terakhir Pangandaran pada pilkada serentak tahun 2020,” ungkap Mochtar Mohamad.

Sementara itu, tingkat kepercayaan publik terhadap pilihan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri kepada kader yang siap untuk dicalonkan sebagai presiden sangat tinggi.

“Berkaca pada jatuhnya rekomendasi Ketua umum PDI Perjuangan itu kepada Jokowi di Pilpres tahun 2014 lalu, sehingga pada Pilpres tahun 2024 ini juga akan menjadi sebuah variabel penting,” ulasnya.

PDI Perjuangan sudah 2 kali memenangi pemilihan legislatif dan 2 kali pula memenangi pemilihan presiden secara beruntun. PDI Perjuangan terbukti dan berpengalaman untuk dapat menang kembali untuk ketiga kalinya pada 2024.

“Masifnya Ganjar-Puan di media sosial semakin memperkokoh posisi popularitas pasangan ini,” ujarnya.

Mochtar Mohamad menambahkan, munculnya gambar Ganjar dan Puan secara terpisah pada billboard, baliho, spanduk dan sebagainya di ruang-ruang publik yang semakin masif menjadi pertanda dukungan masyarakat terhadap pasangan ini semakin besar dan menguat. 

Komentar