Warga Buang Beras Dua Ton Viral, Ternyata Ini Penyebabnya
ASKARA - Sebuah video berdurasi 2 menit 50 dietik yang menunjukkan warga Desa Waraloin, Kecamatan Taniwel Timur, Kabupaten Seram bagian Barat Maluku, membuang bantuan beras di tengah jalan viral di media sosial.
Dalam video itu, warga mengamuk saat bantuan beras untuk warga belum juga dibagikan pemerintah desa (pemdes).
Terlihat, warga menyeret karung beras yang disimpan di kantor desa ke tengah jalan dan menghamburkan beras tersebut sebagai bentuk protes terhadap panitia kegiatan panas pela atau budaya persaudaraan di Maluku.
Danramil Taniwel Timur, Kapten Inf DJ Pellu mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (27/11) sekitar pukul 14.30 WIT. Hal itu dilakukan warga setelah bantuan 2 ton beras dari Bupati Kabupaten Buru Ramli Ibrahim Umasugi dan anggota DPRD Seram Barat Jodis Rumasoal.
"Jadi, ada satu ton beras disumbang Bupati Buru dan satu ton beras lagi disumbang anggota DPRD Seram Barat," ujarnya melalui pernyataan resmi, Minggu, (28/11).
Warga, kata dia, kecewa terhadap panitia pelaksana kegiatan panas pela Yapio Patai Mansamanehuwey. Mereka mengangkut beras dari dalam balai Desa Waraloin kemudian ditumpahkan di sepanjang jalan trans seram dan jalan setapak Desa Waraloin.
Aksi protes tersebut dipicu saat warga Desa Waralaoin dilibatkan untuk penerimaan tamu di kegiatan panas pela.
Usai kegiatan, bantuan tidak kunjung dibagikan. Warga pun kesal lalu mencopot beberapa karung beras yang bersumber dari sumbangan anggota DPRD dan Bupati ke tengah jalan.
Anggota Polsek Taniwel Timur yang tiba di lokasi sempat meminta warga untuk membersihkan butiran beras di jalan.
Kapolsek Taniwel Timur Ipda J. Mauwa yang dikonfirmasi juga membenarkan peristiwa tersebut.
"Iya benar terkait buang beras di jalan raya, barusan saya komfirmasi anggota di sana," ucapnya.
Namun, ia belum sempat menjelaskan detail aksi warga membuang beras bantuan bupati dan anggota DPRD tersebut.
Kepala Desa Walaroin Abraham Lumamina yang tiba di kantor desa pukul 16.20 WIT meminta warga segera membubarkan diri dan berjanji masalah tersebut akan dibicarakan bersama panitia panas pela.
"Hari ini, Minggu (28/11) kita gelar rapat bersama antara warga, panitia dan camat untuk membicarakan masalah yang terjadi," tandasnya.

Komentar